Dukung Ketahanan Pangan, Dirjen Penataan Agraria Tinjau Agro Eduwisata Al Markaz

SERANG – Direktur Jenderal Penataan Agraria, Embun Sari, meninjau Agro Eduwisata Pondok Pesantren Al Markaz di Waringinkurung, Kabupaten Serang, Rabu (4/2). Kawasan ini menjadi percontohan pemanfaatan lahan produktif yang memadukan pertanian modern dengan edukasi.
 
Embun Sari menegaskan bahwa reforma agraria tidak hanya soal sertifikasi tanah (asset reform), tetapi juga pemberdayaan (access reform). "Tanah harus produktif. Model Al Markaz membuktikan lahan terbatas bisa memberi nilai tambah ekonomi jika dikelola dengan inovasi," ujarnya.
 
Senada dengan itu, Staf Khusus Bidang Reforma Agraria, Rezka Oktoberia, mengapresiasi pemanfaatan lahan 1,5 hektare yang mampu menghasilkan produk pertanian berkualitas. Kawasan ini memiliki 14 green house, di mana tiga di antaranya sudah menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) untuk budidaya anggur, melon, dan sayuran.
 
Selain pertanian, Al Markaz juga menyediakan fasilitas outbound. Uniknya, 95% aktivitas di sini melibatkan santri sebagai bagian dari pendidikan karakter dan keterampilan praktis.
 
Pimpinan Ponpes Al Markaz, Ustadz Amirul Faruk, menekankan bahwa bertani adalah filosofi hidup untuk melatih tanggung jawab. Diharapkan, model ini menginspirasi wilayah lain dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan peran reforma agraria.
 
Kunjungan ini turut didampingi Kakanwil BPN Banten Harison Mocodompis, Direktur Pemberdayaan Tanah Masyarakat Freddy A. Kolintama, serta jajaran Kepala Kantor Pertanahan setempat.(Renita)

Posting Komentar

0 Komentar