Budaya Zero Waste Jadi Keunggulan Sekolah SMPN 1 Cilegon, Mahasiswa PLP kelompok 28 Turut Kawal Kedisiplinan Siswa

Cilegon — Sebagai salah satu sekolah negeri yang telah lama berdiri dan dikenal memiliki berbagai prestasi serta reputasi baik di lingkungan pendidikan Kota Cilegon, SMPN 1 Cilegon tidak hanya mengedepankan pencapaian akademik dan nonakademik. 

Sekolah juga memiliki budaya positif yang telah diterapkan secara konsisten dalam keseharian siswa, salah satunya melalui penerapan zero waste.
Budaya zero waste di SMPN 1 Cilegon diwujudkan melalui kebiasaan siswa untuk membawa tumbler dan tempat makan pribadi. 

Kebiasaan tersebut telah menjadi bagian dari kedisiplinan siswa dalam menjalani aktivitas di sekolah maupun ketika hendak membeli makanan dan minuman di luar lingkungan sekolah.
Setiap siswa diwajibkan memiliki dan membawa wadah masing-masing. 

Ketika waktu istirahat tiba dan siswa ingin keluar untuk membeli jajanan, minuman, maupun es, mereka harus membawa tumbler dan tempat makan pribadi. 

Siswa yang tidak membawa wadah tersebut tidak diperbolehkan keluar untuk membeli jajanan.
Pengawasan tersebut dilakukan secara rutin setiap hari dan dijalankan secara bergiliran oleh mahasiswa PLP. 

Dalam satu hari, dua hingga tiga mahasiswa mendapat tugas piket untuk mendampingi guru dalam mengawasi siswa saat jam istirahat. Jadwal piket kemudian berganti setiap harinya, sehingga seluruh mahasiswa PLP memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam menjaga kedisiplinan siswa sekaligus mendukung konsistensi penerapan budaya zero waste di SMPN 1 Cilegon.

Aturan ini bukan sekadar larangan, melainkan bentuk pembiasaan karakter yang dilakukan sekolah untuk menumbuhkan kesadaran siswa terhadap kebersihan dan lingkungan. Dengan membawa wadah sendiri, siswa secara perlahan dibiasakan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.

Dalam pelaksanaan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), mahasiswa PLP kelompok 28 turut mengambil bagian dalam menjaga penerapan budaya tersebut. 

Mahasiswa mendapat tugas piket untuk membantu memantau siswa sejak waktu istirahat dimulai hingga siswa kembali ke lingkungan sekolah.
Mahasiswa PLP bersama guru piket turut memastikan siswa yang hendak keluar sekolah telah membawa tumbler dan tempat makan masing-masing.

Pemeriksaan dilakukan secara langsung kepada siswa satu per satu sehingga kebiasaan tersebut dapat terus berjalan dengan tertib.

Keterlibatan mahasiswa PLP menjadi pengalaman tersendiri dalam memahami bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung melalui proses pembelajaran di dalam kelas. Kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, dan rasa tanggung jawab juga dapat dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana yang diterapkan secara konsisten.

Bagi mahasiswa PLP, penerapan zero waste di SMPN 1 Cilegon menjadi salah satu hal yang memberikan kesan positif selama berada di sekolah. Di tengah berbagai prestasi dan keunggulan yang dimiliki, sekolah juga menunjukkan perhatian terhadap pembentukan karakter siswa melalui budaya lingkungan yang nyata.

Budaya zero waste menjadi salah satu kelebihan yang mencerminkan komitmen SMPN 1 Cilegon dalam membentuk generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kesadaran, tanggung jawab, dan kedisiplinan terhadap lingkungan sekolah dan masyarakat. (Najwa Dewi Oka)

Posting Komentar

0 Komentar