CILEGON - Sebanyak 49 siswa Madrasah Aliyah (MA) Al Inayah diduga mengalami keracunan setelah makan Makanan Bergizi Gratis (MBG).
MBG diberikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur 8 Asa Beton, yang berada di bawah naungan Yayasan Nurani Dhuafa Indonesia. Yayasan tersebut diketuai Irfan Ali Hakim, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cilegon.
Menu makanan berupa mie yamin, ayam kecap, tahu goreng, sawi hijau, dan buah naga dikirim pukul 10.00 WIB. Siswa baru memakannya pukul 12.30 WIB usai salat Dhuha.
Keracunan dirasakan pukul 17.30 WIB, awalnya 11 orang masuk Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Cibeber dengan gejala mual, perut kembung, muntah, dan pusing. Secara bertahap jumlah korban menjadi 49 orang.
Karena keterbatasan ruangan, siswa dilarikan ke tiga puskesmas: 22 orang di Puskesmas Cibeber, 13 orang di Puskesmas Cilegon, dan 14 orang di Puskesmas Jombang.
Kapolsek Cibeber IPTU Ibna Saputra membenarkan kejadian tersebut. "Kami masih mendalami kasus dan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan. Belum ada langkah hukum karena masih ada banyak dugaan," ujarnya pada Jumat (17/4/2026).
Ia juga mengkonfirmasi bahwa MBG berasal dari SPPG Dapur 8 Asa Beton dan sampel makanan sedang dilakukan pemeriksaan laboratorium. Sementara itu, Irfan Ali Hakim belum memberikan tanggapan terkait kasus ini.(Lid)
0 Komentar