Kota Serang – Gubernur Banten Andra Soni melepas 21 petani milenial yang akan mengikuti program magang di Jepang selama 1 hingga 2 tahun. Pelepasan dilakukan di Gedung Negara Provinsi Banten pada Kamis (09/04/2026).
Program ini merupakan inisiatif Kementerian Pertanian yang dilaksanakan per provinsi. Pemberangkatan tahun ini menjadi rekor terbanyak sejak program dimulai pada 1984. Andra Soni berharap para peserta membawa pulang inovasi dan pengalaman untuk memajukan pertanian Banten.
"Kita masih banyak lahan tidur yang bisa dikembangkan setelah mereka kembali," ujarnya.
Andra Soni menilai Banten memiliki potensi pertanian yang belum optimal, namun memiliki keunggulan geografis karena berbatasan dengan Jakarta. Ia menyebut Banten dapat menjadi pemasok pangan Jakarta karena lebih kompetitif dari sisi transportasi.
Untuk menarik minat generasi muda, Pemprov Banten memastikan akses air dan infrastruktur pendukung dalam kondisi baik. Ia juga menyatakan bahwa usaha pertanian sangat menjanjikan, terutama untuk memenuhi kebutuhan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Banten.
"Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya agar bisa menjadi mentor bagi petani milenial lainnya," pesannya.
Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten M Nasir menjelaskan bahwa 21 peserta ini merupakan hasil seleksi dari 48 pendaftar. Mereka telah mengikuti diklat selama 50 hari untuk mempersiapkan diri beradaptasi dengan lingkungan dan budaya Jepang. Mereka akan diberangkatkan pada tanggal 13 April.
Selama di Jepang, para peserta akan tinggal di perkampungan dan terlibat langsung dalam kegiatan pertanian maupun peternakan selama 11 hingga 26 bulan. "Jepang adalah negara barometer dengan teknologi pertanian terbaik. Saya berharap mereka bisa menerapkannya di Banten," jelas Nasir.
Salah satu peserta asal Kabupaten Lebak, Eva Luthfiah, berkomitmen untuk memajukan pertanian di daerahnya. "Tekad saya ingin memajukan pertanian yang kini semakin modern dan tidak lagi dipandang sebelah mata," katanya. (Renita)
0 Komentar