CILEGON – Setelah sukses menggelar Padang Wulan #1 dengan tema “Munggahan dalam Perspektif Budaya Banten”, Forum Wartawan Kebudayaan (FORWARD) kembali menghadirkan Padang Wulan #2 yang rutin digelar setiap bulan di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon.
Pada agenda perdana, FORWARD menghadirkan budayawan Abah Yadi serta ulama kharismatik KH Muktillah yang mengupas tradisi munggahan sebagai kearifan lokal masyarakat Banten dalam menyambut Ramadan. Diskusi tersebut mendapat respons positif dari pegiat budaya, tokoh agama, hingga generasi muda.
Memasuki edisi kedua, FORWARD mengangkat tema yang lebih reflektif dan mendalam: “Lailatul Qadr sebagai Peristiwa Spiritual dan Sosial.” Tema ini dipilih untuk memperluas pemahaman bahwa Lailatul Qadr tidak hanya dimaknai sebagai momentum ibadah personal, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang berdampak pada kehidupan bermasyarakat.
Padang Wulan #2 akan menghadirkan Abah Aristyana, yang dikenal sebagai guru besar spiritual di Cilegon, Banten, serta Gus Dayat, pimpinan Majlis Preman Indonesia. Keduanya dijadwalkan mengupas bagaimana malam kemuliaan itu dapat menjadi energi perubahan, baik secara batiniah maupun dalam praktik sosial sehari-hari.
Ketua FORWARD, Rizal Arif Baihaqi menyampaikan bahwa Padang Wulan bukan sekadar forum diskusi, melainkan ruang pertemuan lintas latar belakang, mulai dari budayawan, ulama, komunitas, hingga masyarakat umum.
“Kami ingin menghadirkan perspektif yang utuh. Spiritualitas tidak boleh berhenti di sajadah, tetapi harus menjelma menjadi kepedulian sosial. Itulah esensi Lailatul Qadr dalam konteks kekinian,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Selain dialog kebudayaan dan spiritualitas, rangkaian acara juga akan diisi dengan hadroh, stand up comedy, diskusi interaktif, serta doa bersama, dalam suasana hangat dan inklusif.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara komunitas dan pemerintah daerah, mengingat pelaksanaannya rutin digelar di Rumah Dinas Wali Kota sebagai simbol keterbukaan ruang dialog antara masyarakat dan pemangku kebijakan.
FORWARD berharap Padang Wulan menjadi tradisi baru kebudayaan di Kota Cilegon, sebagai ruang perjumpaan ide, ekspresi seni, dan penguatan karakter masyarakat.
Agenda Padang Wulan #2 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 14 Maret 2026.
“Ini bukan sekadar acara, tapi gerakan kebudayaan. Selama masih ada yang peduli, Padang Wulan akan terus menyala,” tutupnya.
Dengan konsistensi pelaksanaan setiap bulan, Padang Wulan diharapkan mampu menjadi tradisi intelektual-kultural baru di Kota Cilegon, sebagai ruang dialektika yang menyeimbangkan dimensi budaya, spiritual, dan sosial di tengah kehidupan kota industri. (Zal)
0 Komentar