CILEGON – Banjir yang kerap melanda Lingkungan Sawah, RW 02, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, kembali memakan korban jiwa. Seorang janda lanjut usia bernama Sarium (akrab disapa Mbak Teplis) meninggal dunia setelah terjatuh saat mengecek rumahnya yang terendam banjir, Sabtu malam (7/3/2026).
Ketua RW 02 Ade Sudrajat menjelaskan, peristiwa terjadi saat hujan deras mengguyur sekitar pukul 22.30 WIB. Air datang dengan cepat hingga membanjiri rumah-rumah warga. Awalnya, korban sudah dievakuasi ke rumah tetangga yang lebih tinggi (rumah Bu Haji) untuk menghindari genangan. Namun, karena penasaran ingin melihat kondisi rumahnya, korban memaksakan diri keluar meski sudah dilarang warga.
Saat banjir masih tinggi dan warga sibuk evakuasi di titik lain, korban keluar seorang diri. Tak lama kemudian, warga menemukannya tergeletak tengkurap di jalan dalam kondisi pingsan. Setelah pertolongan pertama (menekan perut hingga keluar air dari mulut), korban segera dibawa ke RS Kurnia Cilegon. Meski sempat masih ada denyut nadi saat diangkat ke mobil, dokter akhirnya menyatakan korban sudah meninggal dunia.
Ade menambahkan, korban adalah janda yang hidup sederhana, tinggal bersama satu anak dan dua cucunya, dengan penghasilan dari bantuan anak, tetangga, dan pemerintah. Rencananya, warga akan bergotong royong menggali makam jika cuaca memungkinkan.
Banjir di kawasan ini bukan hal baru. Menurut Ade, Lingkungan Sawah sudah lama menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras turun lebih dari satu jam. Salah satu penyebab utamanya adalah penyempitan saluran air di belakang permukiman, yang sebagian tertutup bangunan dan coran toko sehingga aliran air tidak lancar. Selain itu, tandon penampungan air yang dibangun pemerintah pada 2015 kini dangkal karena dipenuhi lumpur dan tidak pernah dinormalisasi.
“Harapan kami pemerintah segera melakukan normalisasi tandon dan membuka kembali saluran air yang menyempit. Kalau tidak, banjir seperti ini akan terus terjadi dan bisa memakan korban lagi,” tegas Ade.
Peristiwa ini menambah daftar dampak banjir di wilayah tersebut dan menjadi pengingat bahwa persoalan drainase di Sukmajaya membutuhkan penanganan serius dari pemerintah. (*)
0 Komentar