Pemprov Banten Dorong Koperasi Jadi Penggerak UMKM dan Perkuat Pasar

KOTA SERANG - Pemerintah Provinsi Banten menjadikan koperasi sebagai penggerak utama ekonomi daerah untuk memperluas akses produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Penegasan ini disampaikan dalam Musyawarah Wilayah II Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Senin (16/02/2026).

Asisten Daerah Bidang Pembangunan dan Ekonomi Budi Santoso menyatakan, koperasi berbasis gotong royong dapat menjadi fondasi kemandirian dan pemerataan ekonomi jika dikelola modern, transparan, dan akuntabel. Ia mewakili Gubernur Banten Andra Soni.

Budi menegaskan koperasi harus berinovasi dan tidak konvensional. Ia dapat menjadi agregator produk UMKM, memperkuat rantai pasok lokal, menyediakan permodalan, serta meningkatkan daya tawar anggota di pasar.

Pemprov Banten berharap Dekopinwil Banten aktif melakukan pendampingan, edukasi, dan memfasilitasi integrasi koperasi dengan ekosistem digital serta Koperasi Desa Merah Putih.

Perkembangan pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tahun 2026 juga dipaparkan. Dari total 1.551 unit yang direncanakan, 828 lokasi (53 persen) telah memiliki lahan terdata, sementara 723 lokasi (47 persen) masih belum.

Data ini menjadi dasar percepatan koordinasi lintas daerah agar KDKMP menjadi simpul distribusi kebutuhan pokok dan produk lokal.

Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono mengapresiasi kepengurusan Dekopinwil Banten periode 2020–2025. Ia mendorong kepengurusan baru memperkuat program Koperasi Merah Putih, termasuk pembentukan Toko Rakyat Serba Ada (Tora Sera).

Ferry menyatakan potensi ekonomi daerah harus dikelola secara profesional dalam wadah KDKMP. Jika dikelola kolektif, potensi tersebut akan menghasilkan nilai ekonomis yang dirasakan masyarakat desa. Ia juga menekankan pentingnya kemandirian produksi dengan memprioritaskan hasil produksi lokal untuk dijual di gerai Kopdes Merah Putih.

Menurut Ferry, Banten memiliki potensi ekonomi besar dan strategis, mulai dari industri, perdagangan, perikanan, hingga pariwisata. Kedekatan dengan Jakarta menjadikannya simpul distribusi nasional.

Jika potensi tersebut dikonsolidasikan dalam ekosistem koperasi modern dan terdigitalisasi, koperasi di Banten dapat naik kelas. Dekopinwil berperan sebagai penggerak, pengarah, dan penghubung antar-koperasi.

Musyawarah Wilayah II Dekopin Banten bertujuan memilih Ketua Dekopinwil Banten dan membahas program kerja untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Ketua terpilih Hasbi Sidik berkomitmen meningkatkan kinerja organisasi, membawa kemajuan bagi anggota dan masyarakat, serta membangun jaringan, inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi antar koperasi dan pelaku usaha di Banten. (Renita)

Posting Komentar

0 Komentar