CILEGON — Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) mengapresiasi Pemkot Cilegon yang melakukan penanaman pohon untuk mitigasi dan penanggulangan banjir. Kebijakan ini dinilai langkah awal tepat dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Ketua Umum PD IPM Cilegon periode 2021–2023 sekaligus Sekretaris Umum PW IPM Banten periode 2023–2026, M. Rijki Romadhan, menegaskan bahwa penanaman pohon harus diiringi komitmen jangka panjang agar manfaatnya dirasakan masyarakat.
"Penanaman pohon adalah langkah baik, namun yang lebih penting adalah memastikan pohon tersebut terawat, terlindungi, dan bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat," ujarnya.
Selain itu, Rijki menilai moratorium pertambangan menjadi solusi strategis untuk menekan potensi banjir. Menurutnya, banjir tidak hanya disebabkan faktor alam, tetapi juga aktivitas pertambangan yang tidak terkontrol.
"Kita tahu bahwa banjir bukan hanya karena curah hujan, tetapi juga dampak dari aktivitas tambang yang tidak terpantau dan mengabaikan kelestarian lingkungan," tegasnya.
Ia berharap seluruh elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat, mahasiswa, hingga pelajar, dapat bersinergi mengawal kebijakan lingkungan demi kemaslahatan Cilegon yang lebih baik dan berkelanjutan.
Rijki juga menegaskan komitmen IPM untuk turut mengawal kebijakan penataan pertambangan serta langkah strategis lain yang melindungi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
"IPM siap berada di garda terdepan dalam mengawal kebijakan penataan pertambangan dan upaya lain demi keselamatan serta perlindungan masyarakat Cilegon," pungkasnya.(*)
0 Komentar