CILEGON – Forum Kabupaten Kota Sehat (FKKS) Kota Cilegon siap jalankan Program Kerja 2026. Hal itu diungkapkan dalam rapat FKKS, Senin (26/1/2026).
Ketua FKKS Cilegon, Abadiah menyatakan, tahun 2026 adalah momentum penting untuk memperkuat peran masyarakat dan pemerintah daerah. "Program ini bertujuan menguatkan koordinasi lintas sektor, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kesehatan lingkungan, serta mewujudkan Cilegon yang berdaya saing dan berkelanjutan," ucapnya.
Menurutnya, FKKS menetapkan arah kebijakan strategis tahun 2026 dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup warga dan daya saing daerah. "Kota Cilegon tidak hanya berkembang secara industri, tetapi juga unggul dalam standar kesehatan lingkungan dan kemandirian masyarakat," jelasnya.
Program kerja tahun 2026 difokuskan pada penerapan 9 Tatanan Kota Sehat:
- Permukiman & Fasilitas Sehat: Gerakan Kampung Sehat dan lomba kebersihan antar kelurahan.
- Transportasi Sehat: Sosialisasi keselamatan lalu lintas dan penataan jalur pedestrian ramah disabilitas.
- Industri & Perkantoran Sehat: Penghargaan 'Cilegon Green Industry Award' bagi perusahaan ramah lingkungan.
- Pariwisata Sehat: Kampanye wisata tanpa sampah plastik dan pelatihan higiene pengelola wisata.
- Ketahanan Pangan: Pengembangan Kampung Gizi dan edukasi pencegahan stunting.
- Masyarakat Sehat Mandiri: Penguatan kader kesehatan dan implementasi GERMAS.
- Kehidupan Sosial Sehat: Pemberdayaan kelompok rentan dan santunan anak yatim.
- Penanggulangan Bencana: Pelatihan Kampung Tangguh Bencana dan simulasi evakuasi.
- Kehidupan Berkelanjutan: Program penghijauan, sekolah Adiwiyata, dan pemantauan indikator Swasti Saba.
FKKS juga menyiapkan program peningkatan sarana dan prasarana, seperti penghijauan dan RTH di 10 lokasi strategis, modernisasi sanitasi untuk pengelolaan air limbah, serta pembangunan jalur pedestrian di 3 lokasi.
Abadiah menambahkan, kemajuan Cilegon diukur dari sinergi dunia usaha dan kesejahteraan masyarakat. Melalui pembinaan industri sehat dan penghargaan 'Cilegon Green Industry Award', diharapkan perusahaan beroperasi lebih ramah lingkungan. Pengembangan Kampung Gizi di 8 lokasi bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan cegah stunting. Penguatan kader kesehatan juga diprioritaskan untuk membangun kemandirian warga.
Wakil Ketua 1 FKKS, Arifin Al Bantani mengungkapkan, seluruh program merupakan langkah terintegrasi untuk mencapai penghargaan Swasti Saba. Dengan partisipasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Cilegon optimis mewujudkan kota yang bersih, aman, dan berkelanjutan.
"Tahun 2026 adalah momentum penting untuk memperkuat kolaborasi. Kami ingin setiap sudut Cilegon merasakan dampak pembangunan kesehatan yang inklusif," tegas Arifin.
FKKS berharap seluruh pihak dapat berpartisipasi aktif agar target 9 tatanan terlaksana optimal demi mewujudkan Kota Cilegon yang bersih, nyaman, aman, dan sehat.
0 Komentar