Pemkot Cilegon Bakal Bangun SD Negeri di Bukit Cilegon Asri 2027, Dindikbud Ungkap Alasan di Baliknya

CILEGON - Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berencana akan mendirikan sekolah dasar (SD) negeri baru di kompleks perumahan Bukit Cilegon Asri (BCA). Rencana pembangunan ini dilakukan untuk merespons permohonan masyarakat setempat serta hasil kajian dinas terkait.
 
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kota Cilegon, Heni Anita Susila menjelaskan, pembangunan SD Negeri Baru di Bukit Cilegon Asri (BCA) ini, lantaran jumlah anak-anak yang tinggal di perumahan tersebut tidak dapat ditampung seluruhnya oleh sekolah negeri di luar kawasan BCA, seperti SD Cipaut, akibat keterbatasan kuota rombongan belajar (rombel) dan ruang kelas.

“Jadi pihak pengembang perumahan BCA ini telah menghibahkan lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi kepada Pemkot Cilegon sebagai fasilitas umum dan sosial. Lahan tersebut dinilai sangat mendesak untuk segera dimanfaatkan demi memenuhi kebutuhan pendidikan warga BCA yang jumlahnya diperkirakan mencapai 3.000 hingga 4.000 kepala keluarga,” kata Heni saat ditemui di ruangannya.

Ia menjelaskan, saat ini, Dindikbud Kota Cilegon tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) pada anggaran perubahan tahun ini, sembari menunggu evaluasi dari pemerintah provinsi. Pembangunan fisik akan dilakukan secara bertahap dimulai pada tahun depan dengan fokus awal pada penerimaan siswa kelas satu.

“Alokasi anggaran awal yang kita persiapkan untuk membangun SD ini senilai Rp1,2 miliar. Dari anggaran Rp1,2 miliar ini, akan dibangun tiga ruang kelas untuk tiga rombongan belajar, satu ruang guru dan satu ruang kepala sekolah dan fasilitas toilet,” jelasnya.

Pembangunan tahap selanjutnya, sambung Heni, akan mulai dibangun pada  2027 atau 2028, seiring dengan kenaikan kelas para siswa.

Menurutnya dengan ditambahnya fasilitas pendidikan di BCA ini akan memengaruhi total jumlah SD Negeri di Kota Cilegon. Saat ini, Cilegon memiliki 148 SD Negeri yang aktif beroperasi, berkurang dua dari sebelumnya 150 sekolah.

Dua sekolah tersebut adalah SD Masigit 3 yang digabungkan (merger) menjadi SMP 13 karena kekurangan murid, serta SD Cilodan di Ciwandan yang ditutup karena warga sekitarnya melakukan bedol desa setelah lahan pemukiman dibeli oleh PT Pancapuri.

“Dengan berdirinya SD negeri baru di Bukit Cilegon Asri tahun depan, total keseluruhan SD Negeri di Cilegon akan kembali bertambah menjadi 149 sekolah,” pungkasnya. (*)

Posting Komentar

0 Komentar