CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon bersama PT Chandra Asri Pacific dan Yayasan Bakti Barito meluncurkan Program Kolaborasi Kelola Sampah Ekonomi Sirkular (Kolase) Batch 3 dan 4 Tahun 2026. Kini program ini melibatkan 120 sekolah di Cilegon untuk membangun budaya kelola sampah sejak lingkungan pendidikan.
Direktur Legal and External Affairs Chandra Asri, Edi Riva’i, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkot Cilegon. Program ini berkembang pesat: dari 4 sekolah, lalu 25, kini mencapai 120 sekolah.
“Sekolah menjadi agen pengelolaan sampah. Pemerintah kota memberikan perhatian dan dukungan penuh,” ujarnya.
Edi berharap sekolah-sekolah ini menjadi teladan, perubahan perilaku menjadi kunci, dan dampaknya bisa dirasakan 240 ribu warga. Sampah bernilai ekonomi sekaligus mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir.
Direktur Yayasan Bakti Barito, Anis Purbasari, menyampaikan perhatian yayasan terhadap pendidikan dan lingkungan. Sejak 2022, program ini telah menjangkau hampir 200 sekolah dan mengelola sekitar 35,3 ton sampah.
“Kami berharap terus mendampingi dan memberi dampak nyata bagi 120 sekolah ini,” katanya.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, menegaskan penanganan sampah harus dilakukan menyeluruh dari hulu hingga hilir. “Jangan sampai sampah menggunung dan jadi masalah. Selesaikan sejak awal,” ucapnya. Program Kolase bukan sekadar kurangi sampah, melainkan sarana edukasi agar generasi muda paham cara mengelola sampah dengan benar.
Robinsar meminta guru dan kepala sekolah menanamkan kepedulian lingkungan kepada murid agar kebiasaan baik terbentuk sejak dini. Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah di Serang Raya pada 2028, yang akan mengolah sekitar 300 ton sampah Cilegon per hari.
Terakhir, Robinsar mengajak seluruh dunia industri mendukung program ini. Sinergi pemerintah, perusahaan, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci mewujudkan Cilegon yang bersih dan sehat.(*)
0 Komentar