Raker DKM Masjid Agung Nurul Ikhlas Cilegon 2026–2029 Rumuskan Masjid sebagai Pusat Ibadah, Ilmu, dan Peradaban

CILEGON — Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Nurul Ikhlas Kota Cilegon menggelar Rapat Kerja (Raker) kepengurusan periode 2026–2029 sebagai langkah strategis merumuskan arah pengembangan masjid ke depan. Kegiatan ini berlangsung dalam dua tahap pelaksanaan, yakni pada 4 dan 21 April 2026.

Ketua Pelaksana Raker, Ustadz Muhammad Zein, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berkontribusi dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan rapat kerja bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan bentuk totalitas pengabdian dalam memakmurkan masjid.

“Meski masih jauh dari kata sempurna, panitia telah berupaya maksimal. Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh hadirin dan memohon maaf apabila dalam pelaksanaan masih terdapat kekurangan,” ujarnya.

Masjid sebagai Amanah dan Kemuliaan

Dalam sambutannya, Ketua DKM KH Ahmad Slamet mengawali dengan suasana Syawal dengan menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh jamaah. Ia menegaskan bahwa kehadiran para pengurus merupakan takdir Allah SWT sebagai orang-orang pilihan untuk memuliakan rumah-Nya.

“Kita dipilih menjadi orang-orang yang memakmurkan rumah Allah. Ini kemuliaan sekaligus amanah besar. Mudah-mudahan Allah menjaga niat kita semua,” katanya.

Ia menekankan pentingnya penyusunan program kerja yang tidak hanya banyak secara administratif, tetapi benar-benar berdampak pada kehidupan umat. Menurutnya, keberhasilan masjid tidak diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari hidupnya jamaah.

“Jangan sampai programnya banyak, tetapi jamaah salatnya sepi. Satu tahun ke depan kita rumuskan Masjid Agung sebagai pusat ilmu, pusat ibadah, dan pusat peradaban,” tegasnya.

Ia juga meminta setiap bidang kepengurusan untuk merumuskan tujuan kerja yang jelas, fokus, spesifik, serta dapat diukur. Salah satu target yang ditekankan adalah peningkatan jamaah Salat Subuh berjamaah secara bertahap melalui gerakan bersama masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN), dengan evaluasi program dilakukan setiap tiga bulan.

DPRD Dorong Masjid Jadi Pusat Peradaban

Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya rapat kerja DKM Masjid Agung Nurul Ikhlas periode 2026–2029.

“Atas nama pribadi saya mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan rapat kerja ini. Semoga seluruh program keumatan mampu meningkatkan iman dan takwa serta mendapat keberkahan dari Allah SWT,” ujarnya.

Ia juga menyinggung hubungan historis dan emosional yang telah lama terbangun antara masyarakat, tokoh agama, serta pembangunan Kota Cilegon sejak masa para tokoh pendahulu.

Menurutnya, Masjid Agung bersama Islamic Center Cilegon diharapkan menjadi pusat peradaban sebagaimana cita-cita pembangunan Kota Cilegon.

“Masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah saja. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, masjid memiliki tiga fungsi utama,” jelasnya.

Ketiga fungsi tersebut meliputi fungsi ibadah, sebagai pusat pelaksanaan salat berjamaah dan penguatan spiritual umat, fungsi pendidikan dan diskusi, melalui kajian keilmuan dan forum pembelajaran masyarakat, serta fungsi sosial dan ekonomi umat, yakni kehadiran masjid di tengah masyarakat saat dibutuhkan serta menjadi ruang pemberdayaan ekonomi jamaah.

Menuju Masjid yang Membina dan Merawat Umat

Rapat kerja ini diharapkan menjadi sejarah baru lahirnya berbagai program strategis Masjid Agung Nurul Ikhlas Kota Cilegon yang tidak hanya berorientasi kegiatan, tetapi juga pembinaan dan perawatan umat secara berkelanjutan.

Dengan semangat kebersamaan, pengurus DKM menargetkan masjid hadir sebagai ruang spiritual, sosial, intelektual, sekaligus pemberdayaan masyarakat yang nyata dan terukur.

Raker DKM Masjid Agung Nurul Ikhlas 2026–2029 menjadi langkah awal menuju masjid yang hidup, jamaah yang kuat, serta peradaban umat yang terus tumbuh di Kota Cilegon.

Posting Komentar

0 Komentar