ASDP Ungkap Beban Rp50 Miliar per Tahun, 71 Persen Lintasannya Non-Komersial

JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry mengakui tengah menghadapi tantangan finansial dan operasional yang berat. Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR, Direktur Utama Heru Widodo menyebut beban operasional mencapai Rp50,62 miliar pada 2025, turun dari Rp80,81 miliar di 2024.

Beban besar ini disebabkan skema layanan perintis atau Public Service Obligation (PSO). Dari total 318 lintasan, sebanyak 227 lintasan atau 71,4 persen adalah jalur perintis yang tidak menguntungkan. Sementara hanya 91 lintasan atau 28,6 persen yang bersifat komersial.

"Keuntungan dari jalur komersial harus menutupi biaya operasional jalur perintis yang tidak disubsidi penuh. Ini yang membuat kami harus berkorban," jelas Heru, Kamis (2/4/2026).

Selain masalah keuangan, kondisi armada juga memprihatinkan. Hampir 100 kapal berusia di atas 30 tahun dan kapasitasnya di bawah 1.000 penumpang, sehingga dinilai tidak efisien dan mendesak untuk diremajakan.

Meski demikian, ASDP mencatat kontribusi signifikan. Kontribusi terhadap PDB naik dari Rp28,08 triliun (2019) menjadi Rp41,74 triliun (2025). Perusahaan juga menyetor pajak Rp1,53 triliun dan menyerap 12.800 tenaga kerja. Lebih dari 80 persen masyarakat menilai layanan ini sangat vital.(imn) 

Posting Komentar

0 Komentar