CILEGON – Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengungkapkan, jumlah pemudik yang masuk Pelabuhan Merak pada puncak arus mudik Lebaran 2026 mencapai 12.680 orang. Data tersebut dihitung dari pukul 08.00 hingga 20.00 WIB tanggal 17 Maret 2026.
Ia memperkirakan jumlah pemudik bertambah hingga 13.000 orang pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Meski demikian, arus lalu lintas tetap lancar dan tidak ada kepadatan di pelabuhan.
“Malam ini adalah malam puncak pergerakan masyarakat di Merak. Dari jam 08.00 pagi sampai malam ada 12.680-an pemudik. Jika diakumulasi hingga dini hari, sudah sekitar 13.000 kendaraan yang terdaftar dan reservasi. Sekarang lalu lintas mengalir lancar dan beberapa tempat parkir masih kosong,” kata Heru dalam konferensi pers di Pelabuhan Merak dini hari Rabu.
Heru menjelaskan, kelancaran tersebut karena berbagai upaya antisipasi. Salah satunya memfungsikan Pelabuhan Indah Kiat sebagai buffer zone bagi kendaraan yang akan menyeberang.
“Indah Kiat sempat digunakan, tapi sekarang sudah kosong kembali. Ini karena koordinasi baik antara ASDP, kepolisian, dan Kementerian Perhubungan,” ucapnya.
ASDP juga bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk mendistribusikan kendaraan ke beberapa pelabuhan seperti Ciwandan dan BBJ Bojonegara. Setiap pelabuhan memiliki pembagian jenis kendaraan. Pelabuhan Merak digunakan untuk pejalan kaki, kendaraan keluarga, kendaraan kecil, dan bus.
Selain itu, diterapkan sistem Single Ticket agar pemudik tidak menumpuk di satu pelabuhan. Harga dan kualitas kapal eksekutif maupun reguler sama di semua pelabuhan.
“Dengan single ticketing, masyarakat tidak bisa memilih kapal tertentu. Mereka yang datang ke Merak akan didistribusikan ke dermaga atau pelabuhan yang tersedia,” pungkas Heru.(*)
0 Komentar