ASDP Kerahkan Kapal Bantuan, 25 Ribu Kendaraan Nyebrang Bali-Jawa H-4 Nyepi

GILIMANUK – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengurai antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk jelang penutupan sementara layanan Gilimanuk-Ketapang (18-20 Maret 2026) untuk Hari Raya Nyepi. Mobilitas masyarakat meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Tekanan pada kapasitas layanan membuat ASDP mengerahkan kapal perbantuan KMP Prima Nusantara milik PT Jembatan Nusantara (JN) ke lintasan tersebut. Kapal ini sudah beroperasi untuk meningkatkan kapasitas angkut dan mempercepat bongkar muat kendaraan.

Data Posko Gilimanuk periode 17 Maret 2026 (00.00-23.59 WIB) atau H-4 menunjukkan sebanyak 25.105 unit kendaraan menyeberang dari Bali ke Jawa, naik 1,6% dari tahun lalu (24.716 unit). Kenaikan terbesar ada pada kendaraan roda dua, yaitu 16.909 unit atau naik 7,2%.

Total trip kapal mencapai 243 dengan 74.263 penumpang. Kendaraan roda empat tercatat 6.016 unit, truk 1.586 unit, dan bus 594 unit. Kumulatif sejak H-10 hingga H-4, total penumpang mencapai 383.398 orang (naik 0,3%) dan kendaraan 122.892 unit (naik 2,6%).

Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano mengatakan seluruh sumber daya difokuskan untuk stabilisasi layanan. "Pengerahan KMP Prima Nusantara meningkatkan kapasitas di lintasan tersibuk. Kami juga optimalkan pola operasi agar penyeberangan lebih cepat dan antrean ditekan," ujarnya.

Pada pukul 10.00 WITA hari ini, antrean kendaraan mencapai sekitar 11 kilometer hingga Desa Melaya. Kondisi mulai membaik seiring peningkatan kapasitas dan pengaturan arus kendaraan yang lebih terstruktur.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengapresiasi langkah cepat pihak terkait. Pemerintah bersama Korlantas Polri dan ASDP mengoptimalkan penanganan dengan kapal berkapasitas besar, armada sebanyak 35 unit, buffer zone, dan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB).

Pembatasan operasional angkutan barang, khususnya truk sumbu tiga ke atas, juga membantu menjaga kelancaran arus kendaraan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko menambahkan bahwa operasional disesuaikan secara dinamis sesuai kondisi lapangan. "Kami sesuaikan pola sandar dan bongkar muat agar kapal bergerak lebih efisien dan antrean berkurang bertahap," jelasnya.

ASDP akan terus koordinasi dengan pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran layanan. Pengguna jasa diimbau mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

Posting Komentar

0 Komentar