Cilegon – Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi Muhammad Shabilla Afrian Nurikhsan mewujudkan impiannya menjadi tentara. Ia baru saja dilantik sebagai Prajurit TNI AD dengan pangkat Serda pada Rabu (07/02/2026).
Menurut Serma Mansyur dari Secaba Rindam III Siliwangi, Ayah Afrian adalah penjual bakso di Pasar Kranggot Cilegon, sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga yang terkadang membantu suaminya. "Kami berasal dari keluarga sederhana yang kini menjadi keluarga abdi negara," ujar Afrian.
Afrian lahir di Cilegon pada 15 April 2006. Ia bersekolah di SDN 5 Cilegon, SMP 8 Cilegon, dan SMK Kalitimbang Cilegon jurusan Teknik Mesin. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Sukatno dan Eka Maryati.
Sebelum diterima sebagai calon prajurit TNI AD, Afrian pernah gagal seleksi POLRI sekali. Namun ia tidak menyerah dan mengikuti seleksi tentara pada 6 September 2026. Usaha gigihnya ditambah doa dan restu orang tua membuatnya lulus dalam percobaan pertama.
Afrian mengaku aktif berorganisasi sejak sekolah dasar, seperti kepramukaan, untuk mempersiapkan diri menjadi tentara. Sejak usia 18 tahun, ia terus memperbaiki kekurangan dan berlatih.
Pada pelantikan yang dihadiri 476 prajurit lainnya dan langsung dipimpin Wakil Komandan Secaba Rindam III Siliwangi, Ayah Afrian mengungkapkan rasa syukurnya. "Alhamdulillah hari ini hari bersejarah karena anak kami dilantik jadi abdi negara," kata Sukatno (52 tahun).(Renita)
0 Komentar