SERANG – Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah menjalankan pembangunan berfokus pada pemerataan dan keberlanjutan selama setahun kepemimpinan. Lima tahun pembangunan (2025–2030) diarahkan melalui delapan program unggulan: Banten Bagus, Banten Sehat, Banten Cerdas, Banten Kuat, Banten Indah, Banten Makmur, Banten Ramah, dan Banten Melayani.
Banten Bagus
Program ini fokus pada pemerataan infrastruktur berkualitas. Melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), tahun 2025 dibangun 61 ruas jalan dan 1 jembatan dengan total panjang 67,87 kilometer. Tahun 2026 akan dianggarkan Rp167,4 miliar untuk membangun 46,71 kilometer infrastruktur desa.
Selain itu, dibangun 389 unit rumah tidak layak huni, 407,432 kilometer jalan lingkungan, 75,778 kilometer drainase, 12 unit MCK, 10 unit Posyandra, 22 unit Gedung Serbaguna, 3 unit masjid, 1 unit landscape, dan 37 unit PJU. Program Listrik Desa menutupi 7.000 rumah tangga, sementara bantuan pasang baru listrik diberikan untuk 6.936 rumah tangga.
Banten Sehat
Pemprov Banten meresmikan Gedung Bunker Radioterapi dan Kemoterapi di RSUD Banten, RSUD Uwes Qorny Cilograng (Lebak), serta RSUD Irsyad Djuwaeli Labuan (Pandeglang). Diluncurkan juga Mobile Clinic berbasis telemedicine dan Rumah Singgah di Jakarta untuk pasien rujukan dengan kapasitas 20 orang.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) digunakan 38 persen masyarakat. Melalui mobile clinic, deteksi dini TBC mencapai 107 persen, melampaui target provinsi (95 persen) dan nasional (90 persen). Layanan juga mencakup penyuluhan, imunisasi, pemeriksaan ibu dan anak, laboratorium sederhana, serta penanganan darurat.
Banten Cerdas
Program ini bertujuan pemerataan pendidikan dengan menerapkan Sekolah Gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SKh swasta. Tahun 2025, program diikuti oleh 801 sekolah dengan 60.705 siswa terverifikasi.
Selain itu, Program Sarjana Penggerak Desa memberikan beasiswa hingga Rp20 juta per orang dengan fokus pada bidang pertanian, kelautan, ekonomi, akuntansi, dan teknologi informasi.
Banten Kuat
Program ini mengimplementasikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP). Dibentuk 4 lokasi mock-up percontohan (terbanyak di Indonesia), sedangkan total KMP yang terbentuk mencapai 99,9% atau 1.551 unit (sisa 1 desa di Baduy untuk menghormati adat).
Ekonomi Banten tahun 2025 tumbuh 5,37 persen, meningkat dari 4,97 persen tahun sebelumnya. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan mencapai 5,64 persen tahunan dan 2,22 persen per triwulan – menjadi yang tertinggi pasca pandemi.
Banten Indah
Program ini mengembangkan pariwisata terintegrasi dan berkelanjutan dengan memperbaiki infrastruktur wisata dan menerapkan kebijakan "Siaga Wisata" yang melarang getok harga dan pungli.
Pada Desember 2025, kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Soekarno Hatta mencapai 230.381 orang (naik 11,28 persen tahun-on-year), didominasi dari Malaysia, Tiongkok, dan Singapura. Kunjungan wisatawan nusantara mencapai 5,19 juta perjalanan (naik 3,72 persen bulan-on-bulan dan 5,98 persen tahun-on-year), dengan total kumulatif tahun 2025 sebesar 62,56 juta perjalanan (naik 29,63 persen).
Banten Makmur
Program ini meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan melalui penyederhanaan akses modal KUR, jaminan pupuk dan benih, serta hibah peralatan pertanian dan perikanan. Diberikan juga bantuan BPJS Ketenagakerjaan bagi 3.600 nelayan dan 946 pengemudi ojek online.
Banten masuk 10 besar nasional produsen padi dan peringkat ke-8 sebagai lumbung padi nasional. Luas panen padi tahun 2025 mencapai 345,42 ribu hektare (naik 15,49 persen), produksi padi 1,77 juta ton GKG (naik 14,41 persen), dan produksi beras 1,01 juta ton (naik 14,41 persen).
Banten Ramah
Realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp130,2 triliun, menempatkan Banten di peringkat 4 nasional. Angka ini melampaui target daerah (Rp64 triliun) hingga 203,43 persen dan target nasional (Rp119,55 triliun) hingga 108,95 persen. Investasi menyerap 214.216 tenaga kerja, terdiri dari 211.564 pekerja lokal dan 2.652 pekerja asing.
Banten Melayani
Program ini fokus pada pemerintahan bersih dan transparan. Pemprov Banten meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kesembilan kali berturut-turut dari BPK RI atas LKPD 2024.
Indeks SPBE 2025 mencapai 3,69 (sangat baik), Survei Penilaian Integritas (SPI) mencapai 73,22, dan Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) meraih kualifikasi "Sangat Baik". Banten juga meraih peringkat II nasional pada Indeks Reformasi Hukum (IRH) dengan skor 99,64 dan masuk 10 besar nasional kinerja penyelenggaraan pemerintahan serta mendapatkan predikat A dalam PEKPPP 2025.
KPK mengapresiasi peningkatan integritas Banten, meskipun masih diharapkan bisa mencapai skor 78. Aktivis dan pengamat kebijakan publik menilai program yang dijalankan tepat sasaran dan berbasis kebutuhan masyarakat. (Renita)
0 Komentar