CILEGON - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadindikbud) Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menegaskan pentingnya menyesuaikan kegiatan belajar mengajar selama Ramadhan agar siswa tetap produktif tanpa mengganggu ibadah.
Menurutnya, Ramadhan bukan alasan kualitas pendidikan menurun, melainkan momentum membentuk karakter melalui nilai kesabaran, empati, dan kebersamaan. Oleh karena itu, sekolah diminta menerapkan pola pembelajaran yang lebih fleksibel dan humanis.
“Jam belajar perlu disesuaikan, kegiatan dibuat lebih ringan, serta memberi ruang cukup bagi siswa untuk beribadah dan beristirahat,” tegasnya Rabu (18/2/2026).
Penyesuaian yang dianjurkan antara lain jadwal belajar yang lebih singkat dan fleksibel, pembelajaran berbasis diskusi, tadarus, serta kegiatan kreatif. Aktivitas fisik berat dan luar ruang juga perlu dikurangi. Selain itu, sekolah diminta menyisipkan materi yang relevan dengan nilai-nilai Ramadhan.
Peran orang tua sangat penting. Mereka diharapkan mendampingi anak mengatur waktu belajar, ibadah, dan istirahat di rumah, mulai dari menyusun jadwal, mengawasi tugas, hingga memastikan asupan makanan sehat selama berpuasa.
“Sinergi orang tua dan sekolah menjadi kunci agar anak tetap seimbang antara belajar dan ibadah,” ujar Heni. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi intensif antara sekolah dan wali murid untuk memantau perkembangan siswa. Dengan kolaborasi yang baik, pendidikan tetap optimal tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah. (*)
0 Komentar