SERANG – Indikator sosial ekonomi Provinsi Banten sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Banten berhasil mencatatkan penurunan angka kemiskinan, peningkatan serapan tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Banten, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa penguatan ini dipicu oleh turunnya angka pengangguran, terutama di wilayah perdesaan. Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar dalam penyerapan tenaga kerja, diikuti industri pengolahan dan perdagangan.
"Program prioritas daerah seperti pembangunan jalan desa (Bang Andra), Jalan Usaha Tani, dan renovasi rumah tidak layak huni terbukti efektif mendorong ekonomi perdesaan," ujar Budi di Kantor BPS Banten, Kamis (5/2/2026).
Selain infrastruktur, Pemprov Banten juga fokus pada akses pendidikan melalui program sekolah gratis (Banten Cerdas) serta penguatan UMKM melalui bantuan keuangan desa. Di sisi investasi, Banten melampaui target tahun 2025 dengan capaian Rp130,2 triliun.
Data Makro Ekonomi Banten 2025:
- Kemiskinan: Turun menjadi 5,51% pada September 2025 (berkurang 11,9 ribu orang dibanding Maret 2025).
- Tenaga Kerja: Penduduk bekerja mencapai 6,05 juta orang. Sektor pertanian menyerap tambahan 159,35 ribu pekerja baru.
- Pertumbuhan Ekonomi: Tumbuh 5,37% secara tahunan (yoy), dengan kontribusi utama dari sektor industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan.
Kepala BPS Banten, Yusniar Juliana, menambahkan bahwa pertumbuhan ini juga didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga yang menandakan aktivitas ekonomi masyarakat semakin kuat. (Renita)
0 Komentar