CILEGON - Pemerintah Kota Cilegon mulai jalankan Program 5000 Wirausaha Baru dengan menyalurkan pinjaman permodalan bagi pelaku UMKM di awal tahun 2026.
Pencairan perdana diberikan kepada 44 usaha mikro dengan total nilai sekitar Rp55,5 juta. Acaranya dilakukan di Kantor UPTD Pengelola Dana Bergulir Wilayah I (Cibeber, Cilegon) dan Wilayah II (Citangkil, Ciwandan), Jalan Lumba-Lumba, Kavling Blok C, Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Citangkil, Selasa (20/1/2026).
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Cilegon Didin S Maulana mengatakan, program ini bagian dari komitmen lima janji politis Wali Kota Cilegon, salah satunya mencetak 5000 wirausaha baru dalam lima tahun. "Tahun 2026 menjadi tahun kedua pelaksanaan program unggulan ini," ujar Didin.
Menurutnya, penerima bantuan adalah warga Cilegon yang sudah memiliki usaha, baik baru dirintis maupun sudah berjalan. Pinjaman diberikan tanpa agunan dan tanpa bunga, dengan jangka waktu pengembalian satu tahun. "Syarat utamanya adalah usaha sudah berjalan, meskipun masih merintis," katanya.
Sebagian besar penerima adalah usaha super mikro dengan omzet harian di bawah Rp800 ribu. "Kami fasilitasi kebutuhan permodalan agar usaha kecil bisa berkembang," jelas Didin. Pemkot juga berikan prioritas bagi perempuan kepala rumah tangga atau single parent sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi perempuan. "Mereka mendapatkan perlakuan khusus," ujarnya.
Kepala UPTD Pengelola Dana Bergulir Wilayah I dan II Siti Maheli mengatakan, pinjaman tanpa bunga ini menyasar usaha binaan di wilayah Cibeber, Cilegon, Citangkil, dan Ciwandan. Tahun 2026, UPTD PDB menargetkan bina dan fasilitasi 750 usaha baru. "Pinjaman melalui UPTD PDB berkisar Rp1 juta hingga Rp3 juta, tergantung jenis usaha," katanya.
Untuk pengembangan usaha yang lebih besar, Pemkot bekerja sama dengan BPRS CM dengan total pinjaman hingga Rp10 juta. "Semua tanpa bunga karena disubsidi pemerintah," terangnya.
Esensi program ini adalah agar UMKM di Cilegon tumbuh kuat dan cepat, sehingga perputaran ekonomi semakin baik. "Intinya perekonomian masyarakat meningkat dan program ini diharapkan dorong penurunan angka pengangguran," tutup Siti. (*)
0 Komentar