BEM Cilegon dan Forkopimda Sidak Tambang Pasir dan Kawasan Industri Tanggapi Kerusakan Lingkungan dan Banjir

CILEGON – Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Cilegon bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon lakukan inspeksi mendadak (sidak) tiga tambang pasir di Bendungan, Deringo, dan Kepuh, serta kawasan industri Krakatau Bandar Samudera. 

Kegiatan ini sebagai tanggapan atas dugaan kerusakan lingkungan dan masalah drainase yang meningkatkan risiko banjir.
 
Sidak bertujuan melihat kondisi lapangan terkait aktivitas pertambangan, perubahan lahan, sedimentasi, dan sistem pengelolaan air. 

Di kawasan industri, fokus pada tata kelola drainase dan pengendalian limpasan air hujan. Setelah sidak, dilakukan diskusi yang dipimpin Presidium Forum BEM Cilegon dan dihadiri Forkopimda, instansi teknis, serta mahasiswa berbagai perguruan tinggi.
 
Presidium Forum BEM Cilegon sampaikan pandangan kritis. Syafa’atul Amin (Presidium I) menyatakan sidak sebagai tanggung jawab moral mahasiswa mengawal isu lingkungan, karena kerusakan lingkungan dan drainase buruk terkait dengan banjir berulang. 

Aan Solihan (Presidium II) soroti dampak tambang pasir terhadap alur air dan sedimentasi, yang berpotensi memperparah genangan di hilir.
 
Lili Jamali (Presidium III) tekankan pentingnya keterbukaan data dan evaluasi perizinan, dengan penegakan aturan yang tegas. Nafisha Zachra (Presidium IV) apresiasi keterlibatan Forkopimda dan menyebut sinergi lintas sektor penting untuk tindak lanjut rekomendasi. 

Putri Yulinasari (Presidium V) tambahkan bahwa industri harus bertanggung jawab terhadap drainase dan lingkungan sekitar.
 
Forum BEM Cilegon tegaskan sidak bukan hanya simbolik, melainkan bagian dari pengawalan berkelanjutan kebijakan lingkungan dan tata ruang. 

Mahasiswa dorong hasil inspeksi ditindaklanjuti dengan evaluasi menyeluruh, penegakan hukum, serta perbaikan sistem drainase dan pengelolaan lingkungan untuk minimalisir risiko banjir. Mereka juga komitmen terus melakukan dialog, advokasi, dan pengawasan publik demi pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan lingkungan.(*)

Posting Komentar

0 Komentar