Pemkot Cilegon Bakal Terapkan E-Presensi Total di Awal 2027, Potongan TPP Langsung Terlihat

CILEGON — Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon bakal memberlakukan E-Presensi atau sistem absensi elektronik berbasis online secara menyeluruh di awal 2027. Saat ini, aplikasi tersebut masih dalam tahap percobaan dan pembenahan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengatakan, penerapan E-Presensi bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan para pegawai Pemkot Cilegon.

"Penerapan kemungkinan awal tahun, sambil menyiapkan infrastruktur. Untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai karena semua akan terpantau melalui gadget," katanya, Senin (5/10/2026).

Ia menyampaikan, absensi melalui finger print yang masih berlaku di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Cilegon dinilai sudah kurang efektif dan efisien untuk mencatat data kehadiran, kinerja, termasuk soal pendapatan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

"Ini bisa langsung nge-link ke pusat atau data yang ada di Bagian Organisasi dan di BKPSDM. Biasanya setiap bulan kita selalu mengadakan rekon-rekon, ini semakin cepat lagi. Mungkin tadinya rekon perlu beberapa waktu, sehingga melalui E-Presensi ini bisa lebih akurat, lebih cepat dan berpengaruh terhadap TPP," ujarnya.

Selain itu, lanjut Aziz, E-Presensi itu juga memiliki fitur yang cukup canggih, terutama dalam perhitungan besaran TPP yang bakal didapat para pegawai.

Pasalnya, di sistem tersebut para pegawai bisa langsung mengetahui jumlah potongan TPP yang didapat apabila berlaku indisipliner.

"Ini bukan segala-galanya, tapi jadi salah satu indikator TPP. Ada faktor lainnya soal pendapatan TPP, termasuk target kinerja individu maupun organisasi. Iya, betul. Makanya sudah bisa ketahuan. Kayak CAT gitu. Kalau lagi ujian langsung ditampilkan," ucapnya.

Meski begitu, ia mengakui masih terdapat kendala yang dikeluhkan oleh para pegawai terkait pemberlakuan E-Presensi. Keluhan itu muncul akibat aplikasi dinilai masih terdapat kekurangan, sehingga menyulitkan para pegawai.

"Untuk teknis saya sudah menyampaikan ada beberapa daerah yang bisa dibobol, maka perlu diantisipasi. Saya minta ke Pak Kaban untuk berkoordinasi dengan Kominfo, termasuk terkait dengan ketangguhan aplikasi, server dan sebagainya perlu dipersiapkan," tutup Aziz.(*)

Posting Komentar

0 Komentar