Pangeran Arya Dila — Jejak Kebaikan yang Tak Pernah Hilang

Oleh: Arifin Al Bantani
 
Ada orang pergi mencari kehidupan, ada yang pergi karena amanah. Dan ada yang namanya tetap hidup, meski langkahnya telah lama berhenti. Pangeran Arya Dila adalah sosok yang tak lekang oleh waktu di ingatan masyarakat Banten dan Lampung.
 
Dikisahkan beliau berangkat dari Banten menuju Lampung, hingga sampai ke wilayah Gunung Sugih. Meninggalkan keluarga, tanah kelahiran, dan segala yang dikenal demi menjalankan tugas yang diemban. Jejak kisahnya diwariskan turun-temurun, dan makam yang dikaitkan dengan namanya senantiasa menjaga kenangan tersebut.
 
Pembawa amanah tak selalu memilih jalan yang mudah. Ia hanya berjalan, meski tak tahu ujung perjalanannya di mana. Kisah Arya Dila mengingatkan: tidak semua perjuangan dilihat orang, tidak semua pengabdian mendapat tepuk tangan, dan tidak semua jasa tercatat lengkap dalam sejarah.
 
Namun kebaikan tak menjadi kecil hanya karena diketahui sedikit orang. Yang terpenting bukan seberapa lama nama kita diingat, melainkan seberapa jauh kebaikan yang kita tinggalkan terus berjalan setelah kita tiada.
 
Kini kita tak lagi berlayar menuju tanah asing. Kita berjalan lewat sekolah, pekerjaan, dan dunia digital. Namun pertanyaannya tetap: apa yang kita bawa? Apakah sekadar ambisi, atau juga amanah, ilmu, keberanian, dan kebaikan?
 
Pangeran Arya Dila mengajarkan: hidup bukan hanya soal asal mana kita, melainkan nilai apa yang ditinggalkan saat perjalanan berakhir. Manusia memang akan pulang, tetapi jejak kebaikan tak harus ikut hilang.(*)

Posting Komentar

0 Komentar