CILEGON — PPPKRI SAT Bela Negara Mada II Cilegon melayangkan pemberitahuan unjuk rasa ke Polres Cilegon. Aksi direncanakan Rabu, 30 September 2026 pukul 09.00 WIB di pintu masuk PT Krakatau Posco, diperkirakan diikuti 1.500 orang.
Koordinator aksi Ahmad Holid menjelaskan, kegiatan berupa orasi, penyampaian pernyataan sikap, dan pelemparan telur busuk sebagai simbol kekecewaan. Surat pemberitahuan telah dikirim ke berbagai pihak, termasuk Presiden, Gubernur Banten, Wali Kota Cilegon, serta pimpinan perusahaan terkait.
Sekjen PPPKRI Aris Munandar menyampaikan dua tuntutan utama. Pertama, proses tender dan rekrutmen kontraktor PT SSS dinilai tidak transparan, merugikan warga lokal, serta bermasalah secara keuangan. Mereka meminta PT Krakatau Posco menerapkan tata kelola perusahaan yang bersih dan adil.
Kedua, pihaknya menyoroti dugaan kecelakaan kerja pada 3 September 2026 yang mengakibatkan lima pekerja luka bakar serius. Perusahaan diduga menutupi kejadian tersebut. PPPKRI mendesak kasus ini diselidiki secara terbuka dan transparan.
Hingga saat ini, pihak berwenang maupun manajemen PT Krakatau Posco dan PT SSS belum memberikan tanggapan resmi terkait hal tersebut.(*)
0 Komentar