Kota Serang, Senin (05/05/2026) – Ekonomi Provinsi Banten tumbuh 5,64% tahunan pada triwulan pertama 2026, melampaui capaian nasional sebesar 5,61%. Secara triwulanan, ekonomi juga tumbuh 1,01% dibandingkan triwulan empat 2025. Data ini disampaikan Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana di Kantor BPS Banten, KP3B, Curug.
Nilai PDRB Banten mencapai Rp247,20 triliun (harga berlaku) dan Rp144,96 triliun (harga konstan 2010). Struktur ekonomi didominasi sektor industri pengolahan (30,02%), diikuti perdagangan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan. Keempat sektor ini berkontribusi lebih dari 70%.
Pertumbuhan ekonomi didorong sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan angka tertinggi 17,88% tahunan akibat musim panen dan peningkatan produksi. Sektor akomodasi dan makan minum tumbuh 15,29%, transportasi dan pergudangan 13,84%, serta pendidikan 5,58%. Secara triwulanan, sektor pertanian melonjak 27,53%, didukung faktor musiman, konsumsi masyarakat, pariwisata, dan distribusi logistik.
Kondisi ketenagakerjaan juga membaik. Pada Februari 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 6,59%, turun 0,05 poin dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk bekerja mencapai 5,83 juta orang (naik 26,02 ribu), sementara pengangguran turun menjadi sekitar 411 ribu orang.
Penyerapan tenaga kerja terbesar terjadi di sektor pertanian (tambah 99 ribu orang). Sektor perdagangan dan industri tetap menjadi penyerap terbesar. Namun, proporsi pekerja formal turun menjadi 52,19% (turun 1,18 poin), meskipun 78,40% pekerja adalah pekerja penuh waktu.
Yusniar Juliana menegaskan pertumbuhan ekonomi telah berdampak pada pasar tenaga kerja. Namun, upaya perluasan sektor formal masih diperlukan agar pertumbuhan lebih inklusif dan berkelanjutan. (*)
0 Komentar