CILEGON –Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) kembali menunjukkan taringnya dalam mencetak SDM unggul melalui penyelenggaraan Workshop Automation & PLC Engineering Experience (APEX). Kegiatan strategis ini menjadi tonggak kolaborasi antara akademisi Untirta, Karang Taruna Kota Cilegon, dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon untuk menjawab tantangan otomatisasi industri.
Ketua Pelaksana Kegiatan APEX, Muhammad Ali Ar Razi, menegaskan bahwa workshop ini bukan sekadar agenda rutin mahasiswa, melainkan misi untuk mempersiapkan mahasiswa Untirta dan pemuda Cilegon agar memiliki daya tawar tinggi di pasar kerja global.
Menghadapi gelombang Industri 4.0, kolaborasi strategis lintas sektor resmi diluncurkan melalui pembukaan Workshop Automation & PLC Engineering Experience (APEX). Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis biasa, melainkan sebuah gerakan taktis untuk menyelaraskan kompetensi mahasiswa dan pemuda lokal dengan standar tinggi industri manufaktur di Kota Cilegon.
Workshop ini mengintegrasikan penguasaan teknologi Programmable Logic Controller (PLC) dengan jejaring strategis antara akademisi, Karang Taruna Kota Cilegon, dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon.
Akselerasi Kompetensi Pemuda Lokal
Ketua Karang Taruna Kota Cilegon, Edi Firmansyah, SE., dalam Sambutannya menegaskan bahwa penguasaan teknologi adalah harga mati bagi pemuda Cilegon agar tidak tergerus oleh persaingan global.
"Kita tidak ingin pemuda Cilegon hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Melalui sinergi APEX ini, Karang Taruna Kota Cilegon hadir untuk memastikan bahwa anak muda kita memiliki 'senjata' berupa sertifikasi dan keahlian teknis yang diakui industri. Ini adalah langkah konkret memutus rantai pengangguran," tegas Edi Firmansyah.
Sinkronisasi Kurikulum dan Kebutuhan Pasar Kerja
Dukungan penuh juga datang dari otoritas ketenagakerjaan setempat. Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Penta) Disnaker Kota Cilegon, Hidayatullah, menyatakan bahwa inisiatif seperti APEX sangat membantu pemerintah dalam memetakan potensi SDM unggul.
"Masalah klasik kita adalah ketidaksesuaian (mismatch) antara lulusan pendidikan dengan kebutuhan pabrik. Workshop APEX adalah solusinya. Disnaker hadir untuk memastikan bahwa sinergi ini berkelanjutan, sehingga industri di Cilegon tidak perlu lagi mencari tenaga ahli dari luar daerah," ujar Hidayatullah.
Triple Helix Synergy: Kolaborasi antara Pendidikan (Mahasiswa), (Karang Taruna), dan Pemerintah (Disnaker).
Project-Based Learning: Peserta ditantang menyelesaikan simulasi kegagalan sistem otomasi pada lini produksi.
Dengan adanya Workshop APEX, Kota Cilegon diharapkan menjadi pilot project nasional dalam hal sinergi pemberdayaan pemuda berbasis teknologi tinggi.
Tentang APEX:
Automation & PLC Engineering Experience (APEX) adalah platform pelatihan intensif yang berfokus pada integrasi sistem industri. Program ini dirancang untuk menciptakan teknisi dan engineer yang mandiri, inovatif, dan siap terjun ke ekosistem industri berat.(*)
0 Komentar