CILEGON — Komunitas seni Teater Wonk Kite menggelar "Panggung Iftar 2026" pada Sabtu (7/3/2026) pukul 16.00 WIB di Tirta Sebrog, Kota Cilegon. Kegiatan ini menjadi momen silaturahmi lintas generasi anggota yang selama ini sibuk dengan aktivitas masing-masing.
Berbeda dengan pementasan teater formal, acara ini berfokus pada dialog dan berbagi cerita untuk mempererat komunikasi di keluarga besar komunitas. Suasana berlangsung santai dan penuh kehangatan.
Pertemuan dibuka dengan sesi "Ruang Cerita", di mana anggota senior (akang) dan junior (teteh) berbagi kabar terkini—mulai dari kehidupan personal hingga perjalanan berkesenian.
Meski kini memiliki peran berbeda, Wonk Kite tetap menjadi rumah bersama untuk berkumpul dan saling menguatkan.
Diskusi berjalan hangat dan jujur, dengan banyak pesan tentang pentingnya menjaga nilai kekeluargaan di tengah kesibukan.
Salah satu poin penting diskusi adalah harapan anggota senior agar Teater Wonk Kite melahirkan pementasan tunggal yang kuat dan mandiri. Gagasan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan karya, tapi juga menjadi ciri khas yang mencerminkan identitas artistik komunitas di mata publik.
Founder Teater Wonk Kite, H. Ahdi Zukhruf Amri, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pertemuan dan semangat kebersamaan yang masih terjaga.
"Saya bahagia melihat akang dan teteh dari berbagai generasi masih punya semangat yang sama untuk berkumpul dan berdiskusi tentang teater. Ini menunjukkan Wonk Kite tetap hidup sebagai ruang belajar dan berkarya," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pementasan tunggal bisa menjadi langkah strategis memperkuat identitas komunitas, yang harus lahir dari pengalaman kolektif dan nilai-nilai yang dibangun bersama.
Selain membahas pementasan tunggal, diskusi juga membahas persiapan menghadapi Festival Teater Banten (FTB) 2026. Para anggota sepakat bahwa pengelolaan festival harus melibatkan seluruh anggota aktif untuk menciptakan sinergi dan rasa memiliki yang lebih kuat.
Presiden Teater Wonk Kite, Hafid Al-Fath (Apoy), menilai Panggung Iftar menjadi momentum penting merajut komunikasi lintas generasi.
"Wonk Kite bukan sekadar kelompok teater, tapi keluarga. Lewat acara ini kita bisa menyatukan semangat, mendengar pengalaman senior, dan memperkuat rasa memiliki," katanya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan seluruh anggota adalah kunci keberhasilan menghadapi agenda kesenian ke depan. "Kami ingin semua anggota aktif terlibat menuju FTB 2026. Kebersamaan dan sinergi adalah kekuatan utama kami untuk terus berkarya," tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan rasa syukur, meninggalkan harapan baru bagi keluarga besar Teater Wonk Kite untuk terus berkembang dan memperkuat eksistensi.
Semangat mewujudkan pementasan tunggal dan kesiapan menghadapi FTB 2026 menjadi energi baru yang dibawa pulang anggota. Bagi mereka, kekuatan komunitas seni tidak hanya terletak pada panggung pertunjukan, tapi juga pada ikatan persaudaraan yang terjaga. (Zal)
0 Komentar