Operasi Ketupat Maung 2026: Polres Cilegon Siapkan 13 Pospam & Aturan Baru Penyeberangan

CILEGON  - Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga memimpin Rapat Koordinasi Eksternal Kesiapan Operasi Ketupat Maung 2026 di Aula Mapolres Cilegon, Senin (02/03/2026). 

Pertemuan ini bertujuan mematangkan kesiapan teknis dan personel untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
 
AKBP Martua menyebut, koordinasi ini merupakan tindak lanjut arahan Polda Banten dan Polda Lampung guna memastikan kelancaran lalu lintas di gerbang penghubung Jawa dan Sumatra. 

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik, Polres Cilegon telah memetakan titik krusial dengan mendirikan 13 Pos Pengamanan (Pospam) yang fokus pada pengamanan kendaraan roda dua, roda empat, dan ketertiban jalan. 

Selain itu, ada 2 Pos Pelayanan yang menyediakan bantuan teknis kendaraan bekerja sama dengan dealer otomotif, serta 1 Pos Terpadu sebagai pusat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan TNI, Pemkot Cilegon, Pemkab Serang, Dishub, dan Pramuka Saka Bhayangkara.
 
Berbeda dengan Operasi Nataru 2025, tahun ini tidak ada pengalihan arus antar pelabuhan jika hanya karena kepadatan biasa. Aturan penyeberangan dikunci berdasarkan golongan kendaraan sesuai SKB 3 Dirjen dan Korlantas Polri: 

Pelabuhan Merak untuk pejalan kaki, kendaraan pribadi, bus, dan sepeda motor; Pelabuhan Ciwandan (Pelindo) untuk kendaraan Golongan 5A dan 5B; serta Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) khusus kendaraan Sumbu 3 (Golongan 6B) hingga Golongan 7, 8, dan 9.
 
"Tidak ada pengalihan dari BBJ atau Ciwandan ke Merak hanya karena macet. Titik perbedaannya dengan Nataru lalu adalah konsistensi jalur sesuai golongan kendaraan. Kecuali terjadi kondisi force majeure," tegas AKBP Martua. (*)

Posting Komentar

0 Komentar