JAKARTA – Gubernur Banten Andra Soni dorong kolaborasi pemerintah daerah, pusat, dan diaspora untuk mempercepat pembangunan dan pemerataan ekonomi Banten. Hal itu disampaikan dalam kegiatan "Kumpul Jeung Dulur Diaspora Banten" beserta dialog "Rembuk Ngariung Jeung Dulur" di Mercure Kemayoran, Jakarta.
Andra Soni menegaskan pembangunan Banten tidak bisa hanya mengandalkan APBD, melainkan perlu sinergi luas termasuk dari diaspora dalam dan luar negeri. "Kita butuh kolaborasi. Dengan keterbatasan fiskal, setiap langkah pembangunan harus tepat sasaran dan berdampak," ujarnya.
Pemprov Banten telah menjalankan sejumlah program, seperti pembangunan jalan desa 67,87 kilometer (Rp184 miliar), revitalisasi irigasi lebih dari 123 kilometer, Sekolah Gratis untuk 60.705 siswa di 801 sekolah swasta, dan program "Satu Sarjana Satu Desa" untuk 1.238 desa.
Gubernur Lemhanas Ace Hasan Syadzily menilai Banten punya potensi besar meski menghadapi tantangan ketimpangan wilayah. "Saya optimis Banten bisa lebih maju. PR kita adalah mengurangi kesenjangan antar wilayah," katanya. Ia juga tekankan pentingnya iklim investasi yang sehat sebagai motor penggerak ekonomi.
Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan Pemprov Banten. Konsep transmigrasi kini berubah menjadi pembangunan pusat ekonomi baru, dan kementeriannya sedang mencari lahan di Banten untuk kawasan industri. "Kami siap mendukung Pak Gubernur dengan sumber daya yang ada," tegasnya.
Andra Soni optimis sinergi tersebut akan memperkuat daya saing ekonomi Banten, menarik investasi, dan mendorong pemerataan pembangunan. "Kita tidak menunggu keadaan membaik, tapi kita yang ciptakan perubahan," tambahnya.(*)
0 Komentar