BAKAUHENI – Arus balik Lebaran dari Sumatera ke Jawa mulai menguat kembali setelah sempat melandai. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat hingga pukul 14.00 WIB hari ini, sekitar 49 persen pemudik telah kembali ke Jawa. Puncak arus balik kedua diprediksi terjadi pada 28–29 Maret 2026.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan bahwa pergerakan pemudik kini mulai terkonsentrasi. "Kami memastikan kesiapan operasional optimal dan mengimbau masyarakat untuk menghindari periode puncak," ujarnya.
Berdasarkan data, total penumpang yang telah kembali pada 22–26 Maret mencapai 444.223 orang atau 49 persen dari total 898.864 orang saat arus mudik. Total kendaraan yang kembali sebanyak 118.297 unit atau 49 persen dari 239.920 unit saat mudik.
Untuk mengantisipasi lonjakan potensial dari sisa 51 persen pengguna jasa, ASDP memperkuat operasi adaptif seperti skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB). Pengendalian arus kendaraan juga dilakukan melalui sistem delaying dan pengalihan di buffer zone strategis di Merak dan Bakauheni.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa stimulus tarif diberikan untuk merata-kan distribusi perjalanan. Diskon 100 persen tarif jasa pelabuhan diberlakukan pada 7 lintasan dan 14 pelabuhan selama 12–31 Maret 2026. Tarif tunggal di Bakauheni juga berlaku hingga 29 Maret untuk kendaraan golongan I hingga VIA.
"Masyarakat diimbau membeli tiket lebih awal melalui Ferizy, menghindari calo, dan datang sesuai jadwal," ujar Windy.
Data menunjukkan peningkatan trafik dibandingkan tahun lalu. Penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 878.773 orang (naik 15,3 persen) dengan kendaraan 208.688 unit (naik 21,8 persen). Sedangkan dari Jawa ke Sumatera tercatat 1.121.851 penumpang (naik 2,9 persen) dengan kendaraan 289.623 unit (naik 6,5 persen).
ASDP memastikan lonjakan arus balik dapat dikelola dengan baik, dengan fokus pada kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan.(*)
0 Komentar