Bakauheni – Arus balik Lebaran dari Sumatera ke Jawa semakin menguat. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat hingga pukul 14.00 WIB hari ini (26 Maret 2026), sekitar 49 persen pemudik telah kembali ke Jawa. Puncak arus balik kedua diprediksi terjadi pada 28–29 Maret 2026.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan bahwa pergerakan yang sempat melandai kini terkonsentrasi kembali. "Kami pastikan kesiapan operasional optimal dan imbau masyarakat menghindari periode puncak Sabtu-Minggu," ujarnya.
Berdasarkan data, total penumpang yang kembali (22–26 Maret) mencapai 444.223 orang dari total 898.864 orang saat mudik. Total kendaraan yang kembali sebanyak 118.297 unit dari 239.920 unit saat mudik.
Untuk antisipasi lonjakan, ASDP memperkuat operasi adaptif dengan skema Tiba–Bongkar–Berangkat dan pengendalian arus kendaraan melalui buffer zone. Di Merak, titik penyangga ada di Rest Area KM 43, KM 68, dan JLS. Di Bakauheni, mencakup Rest Area KM 49B, KM 20B, Terminal Gayam, dan RM Gunung Jati.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengatakan bahwa stimulus tarif diberikan untuk merata-kan distribusi perjalanan. Diskon 100 persen tarif jasa pelabuhan diberlakukan pada 7 lintasan dan 14 pelabuhan selama 12–31 Maret 2026. Tarif tunggal di Bakauheni berlaku 23–29 Maret 2026 untuk kendaraan golongan I hingga VIA.
"Imbau masyarakat membeli tiket lebih awal via Ferizy, menghindari calo, dan datang sesuai jadwal," ujar Windy.
Data menunjukkan peningkatan trafik dibanding tahun lalu. Penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 878.773 orang (naik 15,3 persen) dengan kendaraan 208.688 unit (naik 21,8 persen). Sedangkan dari Jawa ke Sumatera tercatat 1.121.851 penumpang (naik 2,9 persen) dengan kendaraan 289.623 unit (naik 6,5 persen).
ASDP memastikan lonjakan arus balik dapat dikelola dengan fokus pada kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan.(*)
0 Komentar