TANGERANG - Gubernur Banten Andra Soni menginstruksikan aparat pemerintah untuk peka terhadap kondisi warga. Hal ini untuk menangani persoalan layanan publik dan hak dasar masyarakat dengan cepat.
Keputusan ini ditegaskan setelah ia mengunjungi kediaman Agista Saputri (10) di Kelurahan Sudimara Selatan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, pada Selasa (17/02/2026).
Agista yang berbakat melukis harus putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Ia menjajakan lukisannya di Pasar Lembang untuk membantu orang tua. Ayahnya, Roni Hidayatna (45), bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan sekitar Rp350.000 per minggu untuk menghidupi keluarga di hunian 4 x 4 meter.
Gubernur memberikan jaminan agar Agista dan kakaknya, Indah Ayu Safitri (15), dapat kembali sekolah melalui Sekolah Rakyat (SR). "Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, akses pendidikan bagi anak kurang mampu terus diperluas," tegasnya.
Selain pendidikan, Gubernur juga menginstruksikan aparat setempat untuk menyelesaikan kendala administrasi kependudukan keluarga tersebut. Ia menekankan agar pejabat sering turun lapangan untuk mencari kasus serupa dan segera menyelesaikannya. "Selama mereka WNI, kita wajib membantu," ucapnya.
Roni menyampaikan rasa syukur. "Anak-anak akan sekolah lagi di SR dan proses administrasi sedang diurus. Kami sangat berterima kasih," katanya.(Renita)
0 Komentar