Kota Serang – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah meminta Komisi II DPR RI berperan aktif memperkuat PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk sebagai lokomotif pembangunan ekonomi daerah. Menurutnya, penguatan Bank Banten akan percepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.
Hal itu disampaikan usai mendampingi rombongan Komisi II dalam kunjungan kerja ke Bank Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Kota Serang, Rabu (28/01/2026).
Dimyati menilai peran Komisi II yang punya akses ke Kementerian Dalam Negeri penting agar Bank Banten dapat dimanfaatkan optimal oleh seluruh pemerintah kabupaten/kota di Banten. Kelompok Usaha Bank antara Bank Banten dan BPD Jawa Timur juga telah terbentuk. "Ini memperkuat Bank Banten dari sisi finansial dan teknologi," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa penempatan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) di Bank Banten akan memberikan efek berganda bagi pembangunan daerah. "Perputaran ekonomi akan semakin kuat di dalam daerah," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II Aria Bima menyatakan prospek kinerja Bank Banten menunjukkan tren pertumbuhan positif. Hal ini terlihat dari peningkatan aset dan laba bersih, serta tingkat kesehatan bank yang membaik. "Direksi dan komisaris berkomitmen menekan NPL. Saya yakin Bank Banten akan semakin kuat," pungkasnya.
Aria menyampaikan telah menginstruksikan Kemendagri memfasilitasi penguatan peran BPD. Ke depan, BPD diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi wilayah masing-masing. "Bagaimana arus fiskal daerah bisa semakin kuat melalui optimalisasi BPD," paparnya.
Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami menyambut baik kunjungan Komisi II. Menurutnya, momentum ini menjadi kesempatan menyampaikan persoalan dan capaian kinerja Bank Banten. "Kita sama-sama sepakat bagaimana Bank Banten bisa jadi motor penggerak pembangunan daerah," katanya.
Busthami menambahkan bahwa penempatan RKUD di Bank Banten adalah bentuk dukungan konkret. Hal ini penting tidak hanya dari sisi bisnis, tetapi juga sebagai pengakuan pemerintah kabupaten/kota terhadap Bank Banten. "Di tahun 2025 saja ketika mengelola RKUD dua Pemda, implikasinya sudah sangat besar, apalagi seluruh Pemda bergabung," katanya.(*)
0 Komentar