Ustadz Sunardi: Cilegon Harus Soroti Identitas Maritim dan Budaya

CILEGON — Dewan Penasehat Dewan Kebudayaan Kota Cilegon (DKKC) Ustadz Sunardi Jamud menegaskan, Banten dan Cilegon adalah daerah maritim strategis, bukan hanya kawasan industri darat.
 
Menurutnya, pembangunan ke depan harus fokus pada sektor kelautan, bisnis maritim, kepelabuhanan, dan kepabeanan yang punya potensi ekonomi besar. Ia menyoroti rencana pengembangan Pelabuhan Bojonegara dan aktivitas Pelabuhan Bongkar Muat (PBM) yang perlu dijaga serius, karena Selat Sunda adalah jalur perdagangan internasional paling strategis di dunia.
 
"Perputaran ekonomi di laut jauh lebih besar dari darat. Jika bisa dikembangkan terminal antarbenua, kita punya keuntungan karena berada di Selat Sunda," ujarnya Jumat (23/01/2026) saat Rapat Pleno Penetapan Program Kerja DKKC Tahun 2026.
 
Ia menilai penguatan kebudayaan tidak terpisahkan dari posisi strategis Cilegon. Budaya jadi identitas dalam relasi internasional, seperti Bendrong Lesung yang mewakili akar agraris, dan Pencak Silat sebagai simbol sejarah perlawanan.
 
"Pencak silat lahir dari sejarah penjajahan dan geopolitik. Kawasan ini jadi wilayah perebutan karena berada di pertemuan jalur pantai, Selat Sunda, Laut Jawa, Samudra Hindia, dan Pasifik," katanya.
 
Ia juga mengingatkan, dinamika geopolitik global memberikan dampak langsung pada Cilegon. Masuknya investasi dari berbagai negara harus dibaca secara kritis karena berpotensi menimbulkan benturan kepentingan.
 
"Daerah kita jadi ruang perebutan darat dan laut. Investor datang dari Asia, Eropa, Amerika, hingga Afrika, dampaknya pasti kita rasakan," ujarnya.
 
Ia menyoroti minimnya kehadiran perwakilan pemerintah dan instansi kebudayaan. Menurutnya, aspirasi masyarakat dan pelaku budaya harus ditangkap secara serius melalui kebijakan dan program nyata.
 
"Kalau aspirasi sudah ditangkap, harus ada program. Budaya yang digagas perlu dukungan pemerintah," tegasnya.
 
Menutupnya, ia mengajak seluruh pihak membangun kebudayaan secara utuh dari sisi fisik dan spiritual, karena pembangunan sejati dimulai dari jiwa dan kesadaran kolektif masyarakat.(Zal)

Posting Komentar

0 Komentar