Refleksi Akhir Tahun, Tokoh Cilegon Panjatkan Doa Bersama

CILEGON – Momentum pergantian tahun di Kota Cilegon berlangsung khidmat melalui doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Arifin Al Bantani, selaku Dewan Kehormatan Forum Wartawan Kebudayaan (FORWARD).

Dalam suasana hening dan penuh kekhusyukan, Ustadz Arifin Al Bantani mengajak seluruh hadirin untuk menundukkan hati, merenungi perjalanan waktu yang telah dilalui, serta menghadap kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan penuh kerendahan.

Pada penyampaian hadorot, Ustadz Arifin Al Bantani turut mengajak hadirin untuk mengirimkan Surat Al-Fatihah kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Bapak Gubernur Banten, Andra Soni, serta Bapak Wali Kota Cilegon, Robinsar, sebagai doa agar para pemimpin bangsa dan daerah senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam mengemban amanah.

“Di pergantian waktu ini, mari kita kirimkan Al-Fatihah untuk para pemimpin kita, Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Gubernur Banten, dan Bapak Wali Kota Cilegon. Semoga Allah SWT membimbing langkah-langkah mereka dalam memimpin umat dan masyarakat dengan adil, amanah, dan penuh kebijaksanaan,” ujar Ustadz Arifin Al Bantani.

Doa yang dipanjatkan berisi ungkapan syukur atas berbagai keberhasilan yang telah diraih sepanjang tahun, sekaligus permohonan ampun atas segala kekhilafan, baik dalam langkah, tutur kata, maupun pengambilan keputusan yang lahir dari keterbatasan manusia.

Selain itu, doa juga memuat harapan agar tahun yang baru tidak sekadar menjadi pergantian angka kalender, melainkan menjadi momentum perubahan batin dan sikap.

“Pergantian tahun bukan hanya tentang bertambahnya angka, tetapi tentang bagaimana kita memperbaiki diri, meluruskan niat, dan menata kembali tanggung jawab kita sebagai hamba dan sebagai sesama manusia,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, Ayatullah Khumaeni, menyampaikan refleksi akhir tahun sekaligus harapan bagi Kota Cilegon dalam menyongsong tahun 2026.

Menurutnya, pergantian tahun harus dimaknai sebagai ruang evaluasi bersama, terutama dalam menjaga jati diri dan nilai kebudayaan di tengah laju pembangunan.

“Akhir tahun adalah waktu untuk bercermin. Kita patut bersyukur atas capaian yang ada, tetapi juga jujur melihat apa yang masih kurang. Kebudayaan harus tetap menjadi ruh pembangunan Cilegon, agar kemajuan tidak tercerabut dari akar identitasnya,” ujar Ayatullah.

Ia berharap pada tahun 2026, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku kebudayaan semakin menguat, sehingga ruang-ruang ekspresi budaya tidak hanya hidup dalam seremoni, tetapi hadir dalam keseharian warga.

“Tahun 2026 semoga menjadi tahun penguatan karakter, di mana nilai gotong royong, kearifan lokal, dan keberagaman menjadi energi bersama untuk membangun Cilegon yang beradab dan berkepribadian,” tambahnya.

Dalam doa tersebut turut dipanjatkan permohonan agar seluruh elemen masyarakat diberi kekuatan untuk bekerja dengan jujur dan amanah, melayani dengan hati, serta mengabdi dengan niat yang tulus demi kemaslahatan masyarakat, bangsa, dan negara. Hadirin juga diajak memohon perlindungan dari perpecahan, kesombongan, dan keputusasaan yang dapat melemahkan persatuan dan harapan.

Kehadiran Dewan Kehormatan FORWARD dalam momentum spiritual ini menegaskan pentingnya nilai refleksi, etika, dan tanggung jawab moral dalam setiap peran sosial, termasuk dalam kerja-kerja kebudayaan dan jurnalistik.

Doa bersama pergantian tahun ini pun menjadi penutup yang sarat makna, mengingatkan bahwa perjalanan dan pembangunan Kota Cilegon ke depan harus senantiasa berpijak pada nilai spiritual, kebersamaan, serta kesadaran kolektif untuk terus memperbaiki diri. (Zal)

Posting Komentar

0 Komentar