OJK Kunjungi Banten, Gubernur Dorong Penguatan Bank Banten dan Literasi Keuangan

SERANG – Gubernur Banten Andra Soni menerima kunjungan Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi beserta jajarannya di Gedung Negara Provinsi Banten. Pertemuan membahas pembinaan Bank Banten dan sinergi program literasi keuangan untuk mendorong ekonomi daerah.
 
Gubernur Andra Soni menegaskan komitmen agar Bank Banten menjadi bisnis yang membanggakan masyarakat. Ia berharap OJK memberikan pendampingan dan pengawasan konstruktif. "Kami berharap Bank Banten bertransformasi dari identitas menuju produktivitas berkualitas," ujarnya.
 
Kepala OJK Provinsi Banten Adi menyampaikan indikator kesehatan Bank Banten menunjukkan tren positif. Aset tumbuh menjadi Rp10,022 triliun dari sebelumnya Rp7,551 triliun (naik 32,7%). Laba juga tercatat Rp1,3 miliar. Ke depan, kinerja diproyeksikan lebih baik dengan masuknya tiga RKUD kabupaten/kota.
 
Gubernur juga menyampaikan ekonomi Banten tahun 2025 tumbuh positif dengan inflasi terjaga. Realisasi investasi mencapai Rp130,2 triliun dan menempatkan Banten di posisi empat besar nasional.
 
Gubernur Andra Soni memaparkan capaian program prioritas daerah. Program Bangun Jalan Desa Sejahtera tahun 2025 merealisasikan pembangunan jalan di 61 titik, satu jembatan, dan jalan lingkungan sepanjang 440 kilometer. Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat.
 
Selain itu, pembangunan SDM dilakukan melalui program Sekolah Gratis dengan 801 sekolah swasta. Program ini meringankan beban keluarga dan mendorong kebangkitan sekolah swasta. Implementasi Makan Bergizi Gratis juga dilakukan untuk 3,5 juta penerima melalui 1.172 SPPG, dengan melibatkan Koperasi Merah Putih sebagai penghubung pengusaha kecil dan SPPG.
 
Friderica Widyasari Dewi mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Banten. Kedua pihak sepakat memperkuat kolaborasi literasi keuangan di desa dan pondok pesantren untuk mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. "OJK bersemangat berkolaborasi untuk memberantas pinjaman ilegal melalui kredit pemerintah dan pengembangan sistem keuangan desa," pungkasnya. (Renita)

Posting Komentar

0 Komentar