Investasi Banten 2025 Tembus Rp130,2 Triliun, Wagub Minta Lindungi Iklim Usaha

Lebak – Pemerintah Provinsi Banten mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp130,2 triliun atau 108,95 persen dari target. Lonjakan di Triwulan IV menjadi pengungkit utama capaian tersebut.
 
Rincian disampaikan dalam rapat koordinasi rilis realisasi investasi yang digelar di Rahaya Resort Banten, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Selasa (27/01/2026).
 
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan investasi meningkat signifikan, terutama di paruh kedua tahun 2025. "Investasi kita meningkat cukup tinggi, sekitar 108 persen," ujarnya.
 
Dimyati mengajak masyarakat menjaga iklim investasi agar kondusif. Ia mengatakan gangguan terhadap aktivitas investasi akan berdampak kontraproduktif bagi pembangunan. "Saya minta masyarakat tidak mengganggu investasi. Kita ingin menarik investor untuk menanamkan modal di daerah kita," tegasnya.
 
Ia juga menekankan kepala daerah memiliki kepentingan sama dalam menarik investasi. "Jika investasi diganggu, upaya kita bersama menjadi sia-sia," katanya.
 
Selain itu, Dimyati menegaskan komitmen menjaga lingkungan dan memastikan manfaat investasi dirasakan masyarakat melalui CSR. "Lapangan pekerjaan sangat penting dan dapat terwujud karena adanya investasi," pungkasnya.
 
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Virgojanti menyampaikan lonjakan di Triwulan IV mencapai Rp38,6 triliun. Angka tersebut terdiri dari PMA Rp19,30 triliun dan PMDN Rp19,28 triliun, dengan 31.185 proyek dan menyerap tenaga kerja 58.733 orang.
 
"Secara kumulatif, PMDN menyumbang Rp73,20 triliun dan PMA Rp56,96 triliun. Ini menunjukkan kepercayaan investor yang menguat terhadap Banten," ujarnya.
 
Sektor industri kimia dan farmasi menjadi kontributor terbesar. Selain itu, sektor transportasi, pergudangan, telekomunikasi, serta perumahan dan kawasan industri juga berkinerja baik.
 
Wilayah utama investasi ada di Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon. Hal ini menunjukkan daya tarik kawasan industri dan infrastruktur pendukung di kedua wilayah tersebut.
 
Investasi berbasis hilirisasi juga semakin menonjol. Di Triwulan IV mencapai Rp17,5 triliun atau 45,33 persen dari total investasi triwulan. Secara tahunan, hilirisasi menyumbang Rp41,3 triliun atau 31,72 persen dari total investasi.
 
"Capaian ini menunjukkan kebijakan investasi Banten fokus pada penguatan nilai tambah dan penciptaan lapangan kerja. Selama 2025, investasi menyerap tenaga kerja sebanyak 214.216 orang," tutup Virgojanti.(Renita)

Posting Komentar

0 Komentar