CILEGON – Menjelang pergantian tahun, panitia CJ Sipeung yang kini resmi berganti nama menjadi Cilegon Night Vibes menggelar agenda Ngopi (Ngobrol Hepi), sebuah ruang dialog lintas generasi yang mempertemukan tokoh masyarakat, pemuda, budayawan, hingga tokoh keagamaan.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah figur publik, di antaranya Ketua Karang Taruna Kota Cilegon Edi Firmansyah, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon Ayatullah Khumaeni, Ustadz Arifin Albantani, Ketua Baznas Kota Cilegon Fajri Ali, serta dimoderatori oleh Ketua Forum Wartawan Kebudayaan (FORWARD) Rizal Arif Baihaqi.
Di tengah jajaran tokoh yang mayoritas merupakan para kasepuhan dan pemangku peran strategis kota, hadir satu sosok yang merepresentasikan suara generasi muda Cilegon, yakni Kalipha Umara Aruma, Pemimpin Umum Gen Cilegon.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung hangat dan egaliter tersebut, Kalipha menyampaikan pandangannya terkait kepemimpinan Kota Cilegon di bawah duet Robinsar dan Fajar Hadi Prabowo.
Menurutnya, kepemimpinan saat ini menghadirkan warna dan pengalaman baru bagi generasi muda, khususnya dalam membuka ruang dialog yang setara dan tanpa sekat.
“Hari ini generasi muda diberi ruang untuk duduk sejajar, berdiskusi, dan berdialog secara langsung. Tidak ada jarak antara pemimpin dan anak muda. Ini pengalaman yang jarang dan sangat berharga,” ujar Kalipha, Rabu, 31 Desember 2025 malam.
Ia juga menilai ritme kerja Robinsar–Fajar sangat sejalan dengan karakter dan energi generasi muda Cilegon saat ini.
“Geraknya cepat, responsif, sat set. Ini sesuai dengan semangat dan motivasi anak muda yang ingin melihat perubahan nyata, bukan sekadar wacana,” tambahnya.
Kalipha menambahkan, narasi yang menyebut Cilegon mengalami kegagalan atau gagal juare tidak sepenuhnya mencerminkan realitas yang dirasakan generasi muda di akar rumput.
“Yang kami rasakan justru optimisme. Ada ruang, ada keberanian membuka dialog, dan ada kemauan untuk mendengar,” katanya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Cilegon Edi Firmansyah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan ikut terlibat aktif dalam mendukung sekaligus mengawal jalannya pemerintahan Robinsar–Fajar.
“Pemerintahan ini tidak bisa berjalan sendiri. Kita semua, pemuda, tokoh masyarakat, komunitas, dan warga, harus bergerak bersama. Jangan biarkan Robinsar dan Fajar bekerja sendirian,” tegas Edi.
Menurutnya, dukungan publik yang disertai dengan kontrol sosial yang sehat akan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan cita-cita pembangunan Kota Cilegon.
Agenda Ngopi dalam rangkaian Cilegon Night Vibes ini pun menjadi simbol penting perjumpaan lintas generasi, di mana suara anak muda dan kearifan para kasepuhan duduk dalam satu meja, menyambut pergantian tahun dengan harapan bersama bagi masa depan Kota Cilegon. (Zal)
0 Komentar