”Ngabababad Tanah Baja”: Ngobrol Santai Kisah Kepahlawanan di Panggung CJ SIPEUNG

CILEGON – Gelaran CJ SIPEUNG (Siklus Irama) kembali menjadi ruang kreatif yang bukan hanya menyajikan musik dan hiburan, tetapi juga memperkaya wawasan masyarakat melalui sesi literasi sosial.

Pada edisi bulan November 2025 ini, panggung CJ SIPEUNG menghadirkan sebuah acara spesial bertajuk NGABABAD TANAH BAJA: Ngobrol Santai Kisah Kepahlawanan Cilegon, sebuah forum bicara yang mengangkat sejarah lokal dan nilai-nilai kepahlawanan Cilegon.

NGABABAD TANAH BAJA merupakan sesi literasi publik yang bertujuan menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan jati diri Cilegon. Mengusung konsep diskusi ringan, interaktif, dan mudah dipahami semua kalangan, forum ini ingin menghapus stigma bahwa sejarah selalu terasa berat dan membosankan.

“Kami ingin membuat sejarah terasa dekat, relevan, dan menyenangkan. NGABABAD TANAH BAJA kami rancang sebagai jembatan agar kisah heroik para tokoh Cilegon lebih mudah diakses oleh Gen Z, milenial, hingga para orang tua,” ujar Ahmad Sunandar selaku koordinatir panitia CJ SIPEUNG.

Diskusi Santai, Pengetahuan Mendalam

Dengan format yang santai namun berbobot, sesi ini mengajak peserta untuk kembali menengok perjalanan para pahlawan Tanah Baja. Di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi, diskusi ini diharapkan menjadi ruang refleksi bahwa identitas suatu kota tumbuh dari akar sejarah yang kuat.

Forum ini akan berlangsung pada 29 November 2025 pukul 20.00–21.00 WIB di Alun-Alun Kota Cilegon, dan terbuka untuk semua lapisan masyarakat.

Narasumber Inspiratif Hadir di Panggung

Acara ini menghadirkan dua narasumber yang mewakili dua perspektif penting dalam sejarah lokal Cilegon:

• Kalipha Umara Aruma — Pemimpin Umum Gen Cilegon
Sebagai representasi anak muda, Kang Kalipha memandu diskusi agar kisah kepahlawanan Cilegon dapat dikaitkan dengan relevansi zaman sekarang, terutama dalam konteks kehidupan Gen Z. Ia hadir bersama sejumlah anggota Gen Cilegon yakni Muhammad Furqon dan Davyndra Pasha, untuk menekankan pentingnya sejarah sebagai fondasi karakter dan identitas generasi penerus.

• KH. Asep — Perwakilan Keluarga Ki Wasyid
Kehadiran KH. Asep menghadirkan dimensi emosional sekaligus autentik. Ia diundang untuk membagikan cerita dan sudut pandang langsung tentang perjuangan Ki Wasyid, tokoh penting dalam sejarah Cilegon yang keberaniannya menjadi inspirasi bagi banyak generasi.

“Kehadiran perwakilan keluarga pahlawan sangat penting. Ia menghidupkan kembali memori sejarah dan memberikan kedalaman emosional yang tidak bisa didapatkan dari buku semata,” ujar Elok panitia lainnya.

Menghidupkan Kembali Memori Tanah Baja

Terpisah, Pemimpin Umum Gen Cilegon mengungkapkan, forum ini diselenggarakan dengan format diskusi yang ringan, untuk membuat generasi muda mudah untuk memahami sejarah atau budaya dan terlibat secara aktif dalam menjaga dan melestarikannya.

“Ini bukan hanya sesi ngobrol sejarah, tapi ruang untuk membangun kembali kesadaran identitas. Sejarah Cilegon tidak boleh hilang ditelan waktu. Kita harus merawatnya bersama,” kata Kalipha.

Sebagai bagian dari rangkaian Gerak Satu Malam CJ SIPEUNG, NGABABAD TANAH BAJA menjadi penegasan bahwa literasi sejarah dapat dikemas dengan modern, hangat, dan dekat dengan publik.

Forum ini bukan sekadar nostalgia, tetapi langkah kecil untuk merawat memori kolektif Kota Cilegon dan menguatkan karakter generasi muda agar tetap berpijak pada nilai-nilai kepahlawanan dan kearifan lokal. (*)

Posting Komentar

0 Komentar