Komite Lotte Project, Serahkan Dana TJSL Kepada 3 Kelurahan

NEWS CILEGON - Sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat, Komite Lotte Project, menggelar acara ramah tamah dan penyerahan secara simbolis dana (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) kepada 3 wilayah Kelurahan terdampak pembangunan PT. Lotte Chemical Indonesia ( Kelurahan Gerem, Kelurahan RawaArum dan Kelurahan WarnaSari), Selasa, 26 Juli 2022

Dalam kegiatan tersebut, Komite Lotte Mengundang perwakilan pemerintahan daerah, dalam hal ini Lurah 3 wilayah tersebut dan 2 Anggota DPRD Kota Cilegon yang berdomisili di Rawa Arum dan Gerem

Ketua Komite Lotte Project, Edi Haryadi menjelaskan, pemberian dana TJSL tersebut, merupakan kontribusi pengusaha lokal yang telah menjalankan aktivitas usaha di projects lotte, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat terdampak

"diharapkan jadi motivasi dan diadopsi oleh seluruh pihak yang melakukan aktivitas ekonomi di project Lotte," jelasnya

Edi juga menjelasakn, selain aspek usaha bagi pengusaha lokal dan tanggung jawab sosial lingkungan, Komite 3 wilayah juga fokus pada upaya penyerapan upaya tenaga kerja lokal.

"Data sementara serapan tenaga kerja yang melalui platform komite 3, dikonsentrasikan pada 3 wilayah terdampak. Di Rawa Arum 54 orang, Gerem 46 orang dan Warna Sari 48 orang. Seiring dengan meningkatnya aktivitas project, serapan tenaga kerja akan bertamabah," jelasnya.

Mengingat sangat besarnya nilai investasi yang ada, Komite juga melihat pentingnya kolaborasi diantara sumber daya yang ada di Kota Cilegon. Hal ini dinilai sangat relevan untuk menjawab tantangan dan peluang yang ada dalan project Lotte.
"Karena sedari awal terbentuk Komite merupakan lembaga yang terbuka dan menyadari bahwa peluang yang ada tidak mungkin dapat diserap seluruhnya oleh sumber daya yang ada di 3 wilayah tersebut," tuturnya.

Dalam acara ini, Komite 3 wilayah juga mengapresiasi pihak PT LCI, main kontraktor PT Hein Global Utama dan Kine Project JO serta para sub kontraktor yang selama ini sudah berkominikasi dan membangun atmosfir positif sebagai upaya terciptanya harmonisasi.

"Sehingga pertumbuhan pengusaha lokal bisa terlaksana dan turut serta berkontribusi dalam upaya pembangunan masyarakat Cilegon pada umumnya khususnya masyarakat di 3 wilayah terdampak. Dan iklim investasi dapat berdampak positof kondusif dan ramah lingkungan," terang Edi.

Salah satu pengusaha lokal, Husen Saidan menambahkan bahwa pemberian TJSL dari pengusaha lokal ini menyisihkan keuntungan sebesar 2,5 persen ini, bukan pada kali ini saja. Pihaknya akan terus menyalurkan kontribusi kepada masyarakat sesuai progress.

"Kita sisihkan 2,5 persen sesuai progres, kita akan laporkan kepada Komite. Karena sebelumnya kami juga punya janji kepada masyarakat, mungkin ini juga do'a dari masyarakat. Walaupun baru sub setidaknya ini menjadi motivasi kepada kami," ujarnya.

Husen juga berharap kepada pihak PT LCI bisa mendorong kepada pengusaha non lokal yang saat ini sedang mengerjakan project bisa ikut berkontribusi kepada masyarakat Cilegon.

"Karena nilai investasinya bukan ratusan miliar lagi tapi triliunan. Saya yakin kalau masyarakat Cilegon di luar 3 wilayah ini juga bisa ikut sejahtera. Ini juga saya kira perlu bantuan pemerintah untuk bisa mendorong mereka sebagai kewajiban kepada masyarakat," harapnya.

Untuk diketahui, Komite Lotte Project, Merupakan otoritas yang dibentuk atas dasar Aspira dan keinginan kolektif masyarakat wilayah terdampak project pengembangan PT. Lotte Chemical Indonesia (PT LCI), yang di bentuk pada 10 Juni 2022 lalu. (*/NC)

Posting Komentar

0 Komentar